News
SLB Aceh Tamiang Terendam 40 Hari, Gubernur Kirim Alat Berat
07 Januari 2026 12:24
Genangan air setinggi mata kaki orang dewasa masih menutupi akses jalan masuk dan halaman Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Aceh Tamiang. Kondisi ini telah berlangsung selama 40 hari pascabanjir, menghambat aktivitas belajar mengajar dan membuat ruang belajar berantakan.
Anggota DPRA, Muhammad Zakiruddin, menyatakan bahwa genangan air terjadi akibat tidak adanya saluran drainase yang memadai. Ia meminta bantuan langsung kepada Gubernur Aceh, Mualem, yang kemudian mengirim satu unit alat berat untuk membersihkan SLB dan fasilitas pendidikan lainnya.
Kondisi SLB Aceh Tamiang
- Genangan air setinggi mata kaki orang dewasa
- Tumpukan lumpur dan sampah berupa sisa material bangunan dan perabotan
- 45 murid selamat meski sempat terjebak di atap asrama sekolah
Upaya Pemulihan
- Alat berat dari Gubernur Aceh melalui Yayasan As Sumatrani
- Alat berat milik pribadi Zakiruddin untuk membersihkan lumpur di permukiman warga
- Koordinasi lintas pihak untuk penanggulangan dampak banjir
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, Bahtiar, menjelaskan bahwa ketinggian air saat banjir bandang di kawasan SLB sempat mencapai lima meter. Upaya pemulihan terus dilakukan untuk memastikan aktivitas belajar mengajar dapat segera berjalan normal kembali.
Dampak Jangka Panjang
- Gangguan pada aktivitas belajar mengajar
- Kerusakan fasilitas pendidikan
- Perlunya perbaikan saluran drainase untuk mencegah banjir di masa depan
Dengan adanya bantuan alat berat dan koordinasi lintas pihak, diharapkan kondisi SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang dapat segera pulih dan aktivitas belajar mengajar dapat berjalan kembali dengan normal.
Edukasi dan Kesadaran
- Pentingnya saluran drainase yang memadai
- Koordinasi lintas pihak dalam penanggulangan bencana
- Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah banjir
Dengan upaya bersama, diharapkan dampak banjir dapat diminimalisir dan fasilitas pendidikan dapat segera pulih untuk mendukung aktivitas belajar mengajar yang optimal.
