News
SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng Bireuen Masih Penuh Lumpur, Proses Belajar Terhambat
5 hari yang lalu
Banjir bandang yang melanda SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, meninggalkan endapan lumpur yang tebal. Proses belajar mengajar terhambat karena pembersihan masih berlangsung.
Kondisi Sekolah Pasca Banjir
- Lumpur tebal masih menutupi halaman sekolah dengan ketebalan mencapai 20 sampai 30 cm.
- Genangan air masih terdapat di bagian tengah sekolah.
- Ruangan belajar sudah bersih sekitar 90%, namun peralatan sekolah rusak.
- Laboratorium sudah bersih, tetapi seluruh peralatan rusak.
Upaya Pembersihan
- Guru dan siswa melakukan pembersihan setiap hari.
- Bantuan dari TNI telah diberikan untuk membantu pembersihan.
- Alat berat dari Dinas Pendidikan dikirim oleh Gubernur Aceh, namun belum seluruhnya lumpur dibersihkan.
Dampak terhadap Proses Belajar
- Jumlah murid mencapai 170 orang dan jumlah guru mencapai 60 orang.
- Proses belajar mengajar masih terhambat karena kondisi sekolah yang belum sepenuhnya bersih.
- Prasarana sekolah hancur karena banjir bandang dengan ketinggian air mencapai 2 meter lebih.
Kebutuhan Mendesak
- Alat berat sangat dibutuhkan untuk membersihkan halaman sekolah.
- Bantuan dari pemerintah dan pihak terkait untuk mempercepat pemulihan sekolah.
Dengan kondisi yang masih belum sepenuhnya pulih, SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk segera kembali berfungsi normal dan melanjutkan proses belajar mengajar dengan baik.
Catatan:
- SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng berlokasi di Desa Lueng Daneun, Bireuen.
- Banjir bandang terjadi beberapa waktu lalu, meninggalkan dampak yang signifikan terhadap sekolah dan lingkungan sekitar.
- Pemulihan sekolah menjadi prioritas untuk memastikan kelancaran proses belajar mengajar dan kesejahteraan siswa serta guru.
Dengan adanya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng dapat segera pulih dan kembali berfungsi sebagai tempat belajar yang nyaman dan aman bagi siswa dan guru.
