Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Aksi Pengibaran Bendera GAM di Lhokseumawe Dibubarkan Aparat Keamanan

27 Desember 2025 12:27

Lhokseumawe, 25 Desember 2025 – Sejumlah warga mengibarkan bendera Bulan Bintang yang identik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Jalan Lintas Banda Aceh–Medan, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh. Aksi ini mendapat respons tegas dari Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Infanteri Ali Imran, yang langsung turun ke lokasi untuk membubarkan massa.

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, Kolonel Inf Ali Imran terlihat meminta warga menghentikan aksi tersebut dan segera menurunkan bendera. Ia menegaskan bahwa Aceh merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Ambil itu bendera, ini Indonesia. Tidak ada bendera-bendera seperti itu," ujar Ali Imran dengan nada tegas di hadapan massa.

Kronologi Kejadian

  • Pukul 10.10 WIB: Sekelompok warga berkumpul di jalanan sambil membawa bendera bulan bintang yang dipasang pada kayu.

  • Pukul 10.30 WIB: Mereka mengibarkan bendera dan mengayun-ayunkannya sambil meneriakkan kata ‘merdeka’ saat pengguna jalan melintas.

  • Pukul 11.10 WIB: Aparat keamanan, termasuk Danrem 011/Lilawangsa, tiba di lokasi dan mengimbau massa untuk menghentikan aksi dan menyerahkan bendera.

  • Pukul 11.30 WIB: Satu orang ditangkap karena kedapatan membawa senjata api jenis Colt M1911 beserta lima butir amunisi, satu magazen, dan satu senjata tajam.

  • Pukul 12.10 WIB: Kelompok massa lainnya membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.

Respons Pemerintah dan Aparat

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau Dek Fadh, menyayangkan insiden ini dan berharap TNI/Polri dan GAM dapat bersatu padu dalam misi kemanusiaan. Ia juga meminta agar TNI/Polri mengurangi arogansi di lapangan dan fokus pada bantuan para korban terdampak banjir.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan miskomunikasi antara kedua pihak. Ia menambahkan bahwa permasalahan telah diselesaikan dan kedua belah pihak sepakat menjaga situasi agar kondusif.

Profil Kolonel Infanteri Ali Imran

Kolonel Infanteri Ali Imran merupakan perwira kelahiran Banda Aceh, 9 Juni 1978. Ia lulusan Akademi Militer (Akmil) 2000 dan mahir di kecabangan Infanteri Kopassus. Karier militernya panjang di Korps Baret Merah, Bais TNI, Paspampres, hingga Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad). Ali Imran pernah menjabat Dandim 0506/Tangerang (2022) sebelum dipercaya sebagai Danrem 011/Lilawangsa.

Dengan rekam jejak panjang di Kopassus dan intelijen, Ali Imran diharapkan membawa semangat baru dalam kepemimpinan Korem 011/Lilawangsa. Ia resmi menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Nomor Kep/244/IV/2024 tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan di lingkungan TNI AD yang ditetapkan pada 5 April 2024.

Kesimpulan

Insiden pengibaran bendera GAM di Lhokseumawe menunjukkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Respons tegas dari aparat keamanan dan seruan dari pemimpin daerah untuk menjaga kondusifitas situasi merupakan langkah penting dalam mencegah eskalasi konflik. Fokus pada bantuan korban bencana dan upaya pemulihan pasca-bencana harus tetap menjadi prioritas utama.

Aksi Pengibaran Bendera GAM di Lhokseumawe Dibubarkan Aparat Keamanan
0123456789