Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Nagan Raya Bangun Perikanan Berkelanjutan untuk Ekonomi dan Lingkungan

3 jam yang lalu

Kabupaten Nagan Raya, dengan garis pantai lebih dari 110 kilometer yang menghadap langsung ke Samudera Hindia, menyimpan potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Namun, pemanfaatan potensi ini masih berjalan secara tradisional dan bahkan destruktif. Data Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh menunjukkan bahwa perairan barat–selatan Aceh, termasuk Nagan Raya, memiliki potensi lestari sumber daya ikan yang besar, terutama dari kelompok ikan pelagis seperti tongkol, kembung, dan layang.

Di sisi lain, realitas menunjukkan bahwa sebagian besar nelayan masih bergantung pada alat tangkap sederhana dengan produktivitas rendah. Hambatan utama pengembangan perikanan di Nagan Raya terletak pada keterbatasan teknologi dan infrastruktur, seperti minimnya cold storage, pabrik es, serta pelabuhan perikanan dan tempat pelelangan ikan yang memadai.

Strategi Holistik untuk Perikanan Berkelanjutan

  • Pembangunan Infrastruktur: Pemerintah kabupaten perlu memprioritaskan pembangunan sistem rantai dingin minimum di titik-titik pendaratan ikan utama, seperti Kuala, disertai tempat pelelangan ikan yang representatif dan modern.

  • Modernisasi Alat Tangkap: Program bantuan atau kredit lunak untuk modernisasi kapal dan alat tangkap ramah lingkungan harus dipercepat.

  • Pengolahan Produk Bernilai Tambah: Pengolahan menjadi produk bernilai tambah seperti ikan asin premium, abon ikan, kerupuk kulit ikan, atau fish meal perlu didorong melalui pelatihan dan fasilitasi.

  • Pelestarian Lingkungan: Model silvofishery yang mengintegrasikan tambak dengan pelestarian mangrove perlu dipromosikan secara luas. Rehabilitasi mangrove di kawasan kritis harus menjadi agenda bersama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia

  • Pelatihan dan Pendampingan: Kolaborasi dengan perguruan tinggi (seperti Universitas Teuku Umar) dan balai pelatihan perikanan perlu diintensifkan melalui sekolah lapang yang aplikatif, mencakup teknik penangkapan selektif, manajemen kesehatan ikan, pengolahan limbah, hingga pemasaran digital.

  • Penguatan Kelembagaan: Kelompok nelayan dan pembudidaya perlu didampingi agar mampu berfungsi sebagai unit usaha kolektif yang kuat, memiliki akses terhadap bantuan, menerapkan praktik penangkapan dan budidaya terukur, serta bernegosiasi lebih setara dengan pasar.

Dengan menerapkan strategi ini secara konsisten, Kabupaten Nagan Raya tidak hanya akan bangkit dari tidur panjangnya, tetapi juga siap memimpin lompatan ekonomi biru di Aceh. Hasilnya bukan sekadar peningkatan PAD, tetapi yang lebih penting laut yang tetap kaya untuk anak cucu, dan masyarakat pesisir yang sejahtera dan bermartabat.

Nagan Raya Bangun Perikanan Berkelanjutan untuk Ekonomi dan Lingkungan