Warga Desa Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, telah terisolir selama lima bulan setelah jembatan rangka baja sepanjang 135 meter putus akibat banjir bandang pada 26 November 2025. Jembatan tersebut merupakan akses utama bagi warga untuk mencapai kebun, sekolah, serta pusat kecamatan dan kabupaten. Saat ini, masyarakat terpaksa menggunakan perahu sebagai satu-satunya sarana penyeberangan, dengan biaya Rp5.000 per orang.
Keuchik Alue Wakie, Zakaria, menyatakan bahwa kondisi ini tidak hanya menyulitkan aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai setiap hari. Ia berharap Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh segera merealisasikan pembangunan jembatan yang rusak.
Dampak Banjir Bandang
- 100 rumah di dusun tersebut masih terisolir.
- Warga kesulitan mengakses wilayah kecamatan dan kabupaten.
- Tiga warga dilaporkan hilang akibat banjir bandang.
- Banjir melanda tiga kecamatan di Nagan Raya: Beutong Ateuh, Darul Makmur, dan Tripa Makmur.
Kondisi Saat Ini
- Penyeberangan hanya mengandalkan perahu.
- Tiga bulan lalu, jembatan sempat ditinjau oleh pihak Kemendagri, tetapi belum ada realisasi di lapangan.
- Warga meminta pemerintah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jembatan dan mengembalikan akses vital bagi masyarakat.
Baca Sumber Asli
Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

