News
Sungai Pidie Jaya Tertimbun Lumpur, Bupati Minta Bantu BWS Atasi Banjir
2 hari yang lalu
Banjir bandang yang melanda Pidie Jaya pada November 2025 meninggalkan dampak panjang. Sungai di wilayah tersebut masih tertimbun lumpur, menghambat aliran air dan mengancam luapan saat hujan deras. Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, melaporkan kondisi ini ke Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk penanganan Krueng Meuredue.
Krueng Meuredue saat ini tertimbun lumpur setinggi 3 hingga 4 meter, membuat pembersihan sulit dilakukan. Alat berat tidak bisa beroperasi karena tenggelam dalam lumpur. Selain itu, curah hujan tinggi menyebabkan badan jalan di beberapa wilayah, seperti Meunasah Bie, terus tergenang meski sudah dibersihkan.
Dampak dan Penanganan
- Lumpur menghambat aliran air: Sungai yang tertimbun lumpur berisiko meluap saat hujan deras.
- Badan jalan tergenang: Wilayah seperti Meunasah Bie mengalami genangan berulang.
- Keterbatasan alat: Pembersihan lumpur terhambat karena alat berat tidak bisa beroperasi.
- Upaya pemda: Bupati Pidie Jaya telah melaporkan kondisi ini ke BWS untuk penanganan lebih lanjut.
Bupati menekankan pentingnya penanganan Krueng Meuredue secara sempurna untuk mencegah luapan air yang dapat merugikan warga. Pembersihan lumpur dan gundukan tanah di pinggir jalan juga menjadi prioritas untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
Kondisi Saat Ini
- Krueng Meuredue: Tertimbun lumpur setinggi 3-4 meter, menghambat aliran air.
- Meunasah Bie: Badan jalan tergenang kembali meski sudah dibersihkan.
- Curah hujan tinggi: Menyebabkan genangan berulang di beberapa wilayah.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan BWS untuk menemukan solusi terbaik dalam menangani masalah ini. Warga diharapkan tetap waspada terhadap potensi banjir dan luapan air saat hujan deras.
Langkah Selanjutnya
- Koordinasi dengan BWS: Pemda Pidie Jaya akan terus berkoordinasi untuk penanganan Krueng Meuredue.
- Pembersihan lumpur: Upaya pembersihan lumpur dan gundukan tanah akan terus dilakukan.
- Pencegahan banjir: Pemda akan mengambil langkah-langkah untuk mencegah luapan air dan genangan di wilayah terdampak.
