Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Ratusan Ibu Takengon Protes Penagihan Kredit di Tengah Bencana

2 hari yang lalu

Ratusan ibu rumah tangga di Takengon, Aceh Tengah, turun ke jalan untuk memprotes praktik penagihan kredit yang tidak manusiawi di tengah bencana alam. Mereka, yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Gayo, menuntut pengakuan hak untuk diperlakukan secara adil dan penuh empati ketika hidup mereka sedang diguncang oleh bencana.

Kisah Rukaiyah, seorang ibu dari Kecamatan Bintang, menggambarkan penderitaan yang dialami akibat penagihan kredit yang terus berjalan meskipun kehidupan mereka terganggu oleh bencana. Kehilangan mata pencaharian, harga barang melambung, dan akses jalan terputus, namun angsuran tetap ditagih.

Dampak Penagihan Kredit di Tengah Bencana

  • Ratusan ibu rumah tangga di Takengon, Aceh Tengah, melakukan protes terhadap praktik penagihan kredit yang tidak manusiawi.
  • Kisah Rukaiyah menggambarkan penderitaan yang dialami akibat penagihan kredit yang terus berjalan meskipun kehidupan mereka terganggu oleh bencana.
  • Surat pernyataan penundaan pembayaran yang disepakati antara pemerintah daerah dan pihak PNM Mekaar tidak dijalankan di lapangan.
  • Wakil Ketua DPRK Aceh Tengah, Hamdan, menyebut penagihan di masa bencana sebagai tindakan tidak berperikemanusiaan.
  • Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Aceh Tengah, Marwandi Munthe, mengingatkan adanya aturan yang jelas: POJK Nomor 19 Tahun 2022 tentang restrukturisasi pembiayaan akibat bencana alam.

Tuntutan dan Harapan

  • DPRK bersama pemerintah daerah harus memastikan bahwa kebijakan penundaan benar-benar dijalankan, bukan hanya berhenti di atas kertas.
  • Lembaga pembiayaan harus mampu melihat nasabah bukan hanya sebagai angka, melainkan sebagai manusia yang berhak atas perlakuan adil dan penuh belas kasih.
  • Kemanusiaan harus menjadi fondasi dalam setiap kebijakan ekonomi, terutama dalam situasi bencana alam.

Aksi para ibu rumah tangga di Takengon adalah alarm keras bagi kita semua. Ia mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan nilai kemanusiaan. Tagih kredit memang kewajiban, tetapi cara menagih haruslah manusiawi. Karena pada akhirnya, keberlanjutan ekonomi hanya bisa tercapai jika masyarakat merasa dilindungi, bukan ditindas.

Ratusan Ibu Takengon Protes Penagihan Kredit di Tengah Bencana
0123456789