Pemecatan khatib masjid di Gampong Seuneubok Antara, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, menuai polemik. Camat Langsa Timur, Andre Isvani, menjelaskan bahwa pemecatan tersebut tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui diskusi bersama warga desa. Hal ini dibantah oleh M. Yusuf, khatib yang diberhentikan, yang mengaku tidak dilibatkan dalam proses tersebut.
Sekdes Seuneubok Antara, Muhammad Hafiz, menyatakan bahwa keputusan pemecatan didasarkan pada laporan masyarakat terkait ceramah yang dinilai mengarah pada ideologi separatis. Surat pemberhentian bernomor 145/096/2026 tertanggal 2 Maret 2026 ditandatangani oleh Sekdes atas seizin Pj Geuchik yang sedang menghadiri Musrenbang.
Proses Pemecatan
- Camat Langsa Timur menyebut pemecatan sudah sesuai regulasi dan didiskusikan bersama warga desa.
- M. Yusuf mengaku diberhentikan secara sepihak dan menilai keputusan tidak melibatkan unsur penting desa.
- Sekdes Seuneubok Antara membantah tudingan dan menyatakan keputusan berdasarkan laporan masyarakat.
Dampak dan Tanggapan
- Pemecatan ini memicu polemik di masyarakat karena dinilai tidak melalui prosedur yang semestinya.
- M. Yusuf menilai keputusan tersebut lebih kepada dugaan dendam antara ia dan Sekdes.
- Sekdes menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan atas seizin Pj Geuchik yang sedang menghadiri Musrenbang.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:null? Wait Title must be string. Provide Title string. Let's craft final Title:
Pembubaran dilakukan setelah massa aksi Aliansi Rakyat Aceh bertahan melewati batas waktu penyampaian pendapat di muka umum
: Polres Langsa Musnahkan 2,5 kg Sabu, Cegah 20 Ribu Pengguna
KBA.ONE, LANGSA – Kepolisian Resor (Polres) Langsa, Aceh, memusnahkan sebanyak 2.511,17 gram narkotika jenis sabu hasil pengungkapan enam kasus selama periode Januari hingga April 2026. Pemu
:null? Wait we need correct JSON. Provide Title string. Title:
Demo mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh (ARA) di kantor Gubernur Aceh berakhir ricuh dan polisi membubarkan secara paksa pengunjuk rasa menggunakan water cannon dan gas
Warga Aceh Khawatir Saat Polisi Tangkap Puluhan Demo Anti-JKA
Kendaraan taktis milik kepolisian juga tampak terparkir di depan utama kantor gubernur.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.