News
Pengungsi Langkahan Aceh Utara Butuh Hunian Sementara Jelang Ramadhan
03 Januari 2026 11:13
Banjir bandang yang melanda Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pada 26 November 2026, masih meninggalkan dampak yang mendalam. Lebih dari seribu jiwa penghuni desa tersebut terpaksa mengungsi di meunasah setempat setelah rumah-rumah mereka hancur. Kondisi ini semakin memprihatinkan menjelang bulan Ramadhan, di mana para pengungsi berharap dapat memiliki hunian sementara.
Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Aceh Utara, Ali Kuba, bersama tim melakukan aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat. Selain itu, mereka juga memberikan trauma healing untuk anak-anak yang terdampak bencana. Ali Kuba menyampaikan bahwa para pengungsi sangat mengharapkan respons cepat dari pemerintah untuk pembangunan hunian sementara.
Kondisi Pengungsi di Desa Geudumbak
- Lebih dari seribu jiwa mengungsi di meunasah setelah banjir bandang.
- Rumah-rumah warga hancur, membuat mereka terpaksa tinggal di pengungsian.
- Para pengungsi khawatir menjalani Ramadhan dan Lebaran di pengungsian.
- MPC PP Aceh Utara memberikan bantuan sembako dan perlengkapan darurat.
- Tim trauma healing membantu anak-anak untuk pulih dari dampak bencana.
Harapan dan Aspirasi Pengungsi
- Pengungsi berharap pemerintah segera membangun hunian sementara.
- Aksi kemanusiaan dari MPC PP Aceh Utara diharapkan dapat meringankan beban masyarakat.
- Ali Kuba mengajak pihak lain untuk berkontribusi dalam pemulihan infrastruktur dan ekonomi masyarakat pasca-bencana.
Rencana Lanjutan
- MPC PP Aceh Utara berencana untuk turun ke lokasi bencana di Aceh Timur dan Pidie Jaya.
- Aksi kemanusiaan ini merupakan wujud solidaritas nyata organisasi terhadap kondisi rakyat.
Dengan kondisi yang masih memprihatinkan, para pengungsi di Desa Geudumbak berharap dapat segera mendapatkan hunian sementara agar dapat menjalani Ramadhan dengan lebih layak. Mereka juga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera merespon aspirasi mereka untuk pembangunan hunian sementara.
