News
2,58 Juta Warga Aceh Terancam, Penanganan Bencana Hanya Retorika Tanpa Badan Rehab–Rekon
06 Januari 2026 11:33
Bencana banjir dan longsor di Aceh tahun 2025 telah menyentuh sekitar 2,58 juta warga, namun penanganannya dinilai hanya retorika tanpa tindakan nyata. Ketua Umum Galasantara, Wen Rimba Raya, menekankan bahwa pemerintah perlu membentuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab–Rekon) Aceh untuk mempercepat pemulihan.
Menurut Wen, bantuan darurat terus diklaim, namun pemulihan nyata berjalan lambat dan tidak terarah. Pola penanganan yang terpecah di banyak lembaga memperlihatkan ketiadaan komando dan desain pemulihan yang jelas.
Dampak Bencana di Aceh
- 2,58 juta warga terdampak bencana banjir dan longsor.
- Pemulihan berjalan lambat dan tidak terarah.
- Bantuan darurat terus diklaim, namun hasilnya belum terlihat.
Solusi yang Dibutuhkan
- Pembentukan Badan Rehab–Rekon dengan kewenangan jelas.
- Anggaran terbuka dan target waktu terukur.
- Kebijakan konkret untuk menghentikan siklus bencana berulang.
Wen menekankan bahwa rakyat Aceh tidak butuh janji, tetapi keputusan dan tindakan nyata dari pemerintah. Tanpa badan khusus, rehabilitasi dan rekonstruksi hanya menjadi slogan tahunan setiap musim bencana.
Harapan Masyarakat Aceh
- Pemulihan yang cepat dan terarah.
- Kebijakan konkret untuk menghentikan siklus bencana.
- Keputusan dan tindakan nyata dari pemerintah.
Galasantara menegaskan bahwa Aceh membutuhkan kebijakan konkret yang menghentikan siklus bencana berulang, bukan sekadar konferensi pers dan kunjungan simbolik. Rakyat Aceh membutuhkan keputusan dan tindakan nyata dari pemerintah untuk memulihkan kehidupan mereka.
Kesimpulan
Penanganan bencana di Aceh perlu dilakukan dengan serius dan terencana. Pembentukan Badan Rehab–Rekon Aceh diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan memberikan kepastian bagi warga Aceh yang terdampak bencana. Pemerintah diminta untuk segera mengambil tindakan nyata dan menghentikan retorika yang tidak membawa perubahan nyata bagi masyarakat Aceh.
Dengan adanya badan khusus, diharapkan pemulihan pasca-bencana dapat berjalan lebih efektif dan efisien, serta memberikan harapan baru bagi warga Aceh untuk bangkit dari dampak bencana.
