Forum APEKSI yang berlangsung pada 19–22 April 2026 di Banda Aceh mempertemukan 24 pemerintah kota dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, hingga Kepulauan Riau. Tema besar forum ini adalah "Kota Tangguh, Fiskal Kuat, dan Kolaborasi Erat", yang mencerminkan tekanan ekonomi nasional dan meningkatnya intensitas bencana dalam beberapa tahun terakhir.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menekankan bahwa ketangguhan kota tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui kekuatan kolaborasi antar daerah. Ia menambahkan bahwa pengalaman bencana menunjukkan pentingnya kolaborasi antar kota, tidak hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam upaya pemulihan.
Poin-Poin Penting
-
Tekanan Ekonomi dan Fiskal: Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, menyoroti kondisi fiskal daerah yang semakin sempit akibat ketidakpastian ekonomi global dan nasional. Ini berdampak langsung pada kemampuan pemerintah kota dalam membiayai layanan publik.
-
Inovasi Pembiayaan: APEKSI mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi pajak dan retribusi, termasuk penggunaan sistem transparansi seperti tapping box.
-
Kolaborasi Lintas Kota: Forum ini juga menyoroti meningkatnya frekuensi bencana di wilayah Sumatera, yang menuntut penguatan mekanisme kolaborasi lintas kota, terutama dalam respons cepat dan distribusi bantuan.
-
Penguatan Layanan Publik: Ketua Komwil I APEKSI, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyoroti pentingnya penguatan Pendapatan Asli Daerah serta peningkatan layanan publik, termasuk Universal Health Coverage (UHC) dan pengembangan pendidikan berbasis teknologi.
-
Rekomendasi untuk Rakernas: Hasil Rakerkomwil I ini akan dirumuskan sebagai rekomendasi untuk dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI di Medan pada Juni 2026.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaPemerintah Aceh Raih Predikat A- Reformasi Birokrasi, Empati Terhadap Warga Membangun
MODUSACEH.CO, Banda Aceh | Pemerintah Aceh mencatatkan, peningkatan kinerja reformasi birokrasi pada tahun 2025. Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refo
Warga Penyintas Banjir Aceh Utara Kehilangan Huntara Akibat Angin Kencang
"Dari 58 unit bangunan Huntara yang terdampak, kerusakan tersebar di empat lokasi. Kerusakan paling parah terjadi di Gampong Rumoh Rayeuk,”
: Warga Pintu Rime Gayo Khawatir Tenang Korupsi BUMDESMA Rp 1,44 Miliar
BENER MERIAH - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bener Meriah menahan Ilham Iskandar, tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan Dana Badan Usaha...
58 Huntara Penyintas Banjir di Aceh Utara Rusak Akibat Angin Kencang
Untuk warga yang Huntaranya rusak berat, sementara akan disiapkan tenda darurat di lokasi


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.