News
120 Sekolah di Pidie Jaya Mulai KBM Pascabanjir, 3 Sekolah Belum Bisa
05 Januari 2026 14:19
Banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya pada akhir November 2025 meninggalkan dampak signifikan terhadap sektor pendidikan. Sebanyak 120 sekolah, terdiri dari 91 SD dan 29 SMP, mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) pascabanjir. Namun, tiga sekolah lainnya belum dapat melaksanakan KBM karena berbagai kendala.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie Jaya mengumumkan bahwa proses KBM di beberapa sekolah dipindahkan ke lokasi lain. Misalnya, SMP Negeri 1 Meurah Dua dipindahkan ke SDN 1 Meurah Dua dan proses belajar mengajarnya berlangsung sore. SD Islam Terpadu (IT) Annur dipindahkan ke pertokoan dekat jalan negara Banda Aceh-Medan, sementara SMP Ummul Aiman belum melaksanakan KBM karena peserta didiknya merupakan santri yang baru kembali.
Dampak Banjir terhadap Sekolah di Pidie Jaya
- 120 sekolah mulai melaksanakan KBM pascabanjir.
- 91 SD dan 29 SMP terdampak banjir.
- 3 sekolah belum dapat melaksanakan KBM:
- SMP Negeri 1 Meurah Dua: dipindahkan ke SDN 1 Meurah Dua.
- SD IT Annur: dipindahkan ke pertokoan dekat jalan negara Banda Aceh-Medan.
- SMP Ummul Aiman: belum melaksanakan KBM karena peserta didiknya merupakan santri yang baru kembali.
Upaya Pemulihan Pendidikan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie Jaya terus berupaya memulihkan proses pendidikan di wilayah terdampak banjir. Pemindahan lokasi KBM dan penyesuaian jadwal merupakan langkah-langkah yang diambil untuk memastikan kelancaran pembelajaran bagi siswa di Pidie Jaya.
Dampak Jangka Panjang
Banjir bandang yang melanda Pidie Jaya tidak hanya berdampak pada infrastruktur sekolah, tetapi juga pada proses pembelajaran siswa. Pemulihan pendidikan pascabanjir memerlukan waktu dan upaya yang tidak sedikit, namun dengan kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, diharapkan proses pendidikan dapat kembali normal dalam waktu dekat.
Nilai Edukasi
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Sekolah-sekolah di daerah rawan bencana perlu memiliki rencana mitigasi dan pemulihan yang matang untuk meminimalkan dampak terhadap proses pembelajaran.
