News
Wabup Aceh Tamiang Desak Percepatan Pemulihan Pascabencana dengan Mendagri
4 hari yang lalu
Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, menekankan pentingnya percepatan pemulihan fisik dan ekonomi masyarakat pascabencana melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat. Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri, M. Tito Karnavian, di Kantor Bupati Aceh Tamiang.
Kunjungan Mendagri yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana menjadi momentum penting bagi daerah dalam mempercepat proses pemulihan. Dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan efektif.
Persoalan Utama di Lapangan
- Kerusakan akses jalan dan fasilitas publik
- Dampak bencana terhadap sektor pertanian dan UMKM
- Kebutuhan percepatan perbaikan infrastruktur
- Pemulihan ekonomi masyarakat
Langkah Pemulihan
- Sinkronisasi kebijakan daerah dengan dukungan pendanaan dan teknis dari pemerintah pusat
- Validasi data kerusakan untuk memastikan bantuan tepat sasaran
- Penyerahan bantuan logistik berupa 500 unit kereta sorong, 1.200 dus mi instan, serta 1.020 pasang sepatu bot
Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam penanganan dampak bencana. Ia menegaskan pentingnya penerapan tata kelola keuangan yang akuntabel meskipun pemerintah daerah berada dalam situasi darurat.
Bantuan logistik akan dimanfaatkan oleh Satuan Tugas Terpadu Penanganan Bencana Kabupaten Aceh Tamiang untuk mendukung proses pemulihan pascabencana di daerah tersebut.
Dampak Jangka Panjang
- Pemulihan infrastruktur dan ekonomi masyarakat
- Peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat
- Penerapan tata kelola keuangan yang akuntabel dalam penanganan bencana
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang dapat berjalan lebih efektif dan efisien, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Nilai Edukasi
- Pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam penanganan bencana
- Kebutuhan akan tata kelola keuangan yang akuntabel dalam situasi darurat
- Dampak bencana terhadap sektor pertanian dan UMKM, serta upaya pemulihannya
