News
Banjir Luapan di Bireuen: Jembatan Putus dan Lumpur Mengancam Warga
08 Januari 2026 15:17
Banjir luapan kembali melanda beberapa wilayah di Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Rabu (7/1/2026). Kejadian ini terjadi di Jeunieb, Pandrah, dan Samalanga, yang menyebabkan banyak rumah tergenang dan kerusakan pada peralatan rumah tangga warga. Banjir kali ini berbeda dari sebelumnya karena disertai dengan munculnya lumpur yang memperparah kondisi.
Menurut Camat Jeunieb, Muhammad Maulana Rahmat, penyebab utama banjir adalah aliran Krueng Jeunieb yang sudah lama dangkal dan adanya jembatan putus di Meunasah Tambo. Hal ini menyebabkan air sungai meluap dan masuk ke pemukiman warga. Selain itu, hujan deras di kawasan pegunungan juga berkontribusi terhadap luapan air yang tidak tertampung.
Penyebab Banjir
- Aliran sungai dangkal: Krueng Jeunieb dan Krueng Pandrah telah mengalami pendangkalan yang parah.
- Jembatan putus dan rendah: Jembatan di Meunasah Tambo putus, dan beberapa jembatan lainnya terlalu rendah, menyebabkan air mudah meluap.
- Endapan lumpur: Lumpur dari banjir sebelumnya belum sepenuhnya dibersihkan, menghambat aliran air.
- Bendungan irigasi dangkal: Bendungan irigasi di Pandrah tidak mampu menampung air hujan yang deras.
Dampak Banjir
- Rumah tergenang: Banyak rumah warga terendam air, menyebabkan kerusakan pada peralatan rumah tangga.
- Kerusakan infrastruktur: Jembatan dan saluran irigasi rusak, memperparah kondisi banjir.
- Gangguan aktivitas: Warga kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari akibat genangan air yang tidak kunjung surut.
Solusi yang Diusulkan
- Normalisasi sungai: Membersihkan dan memperdalam aliran sungai untuk mencegah luapan air.
- Perbaikan jembatan: Membangun jembatan baru yang lebih tinggi dan kuat untuk menggantikan jembatan yang rusak.
- Pembersihan lumpur: Menggunakan alat berat untuk membersihkan endapan lumpur di pemukiman warga.
- Perbaikan bendungan: Meningkatkan kapasitas bendungan irigasi untuk menampung air hujan yang deras.
Camat setempat berharap Pemkab Bireuen dapat segera mengambil tindakan untuk mencegah banjir di masa depan. Normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur dianggap sebagai langkah penting untuk melindungi warga dari dampak banjir.
