News
Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Pantai Balohan, Polisi Selidiki Identitas Korban
21 jam yang lalu
Mayat tanpa kepala ditemukan di Pantai Jurong Ulee Krueng, Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang pada Kamis (15/1/2026) siang. Kondisi mayat tidak utuh dan mengalami pembusukan, dengan beberapa bagian tubuh terpisah. Polisi menduga jasad telah berada di lokasi selama lima hingga tujuh hari.
Kapolsek Sukajaya, Iptu Samsuri, menjelaskan bahwa pemeriksaan awal menunjukkan jenazah ditemukan dalam posisi terlungkup. Petugas juga menemukan sejumlah tulang belulang di sekitar lokasi penemuan. Setelah proses olah TKP, jenazah dievakuasi ke RSUD Kota Sabang untuk pemeriksaan medis dan forensik.
Kondisi Mayat dan Penyelidikan
- Mayat ditemukan tanpa kepala dan beberapa bagian tubuh terpisah.
- Kondisi mayat mengalami pembusukan, menunjukkan telah berada di lokasi selama beberapa hari.
- Polisi berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan menelusuri laporan orang hilang di wilayah Sabang dan sekitarnya.
Proses Penanganan
- Mayat pertama kali ditemukan oleh dua warga yang sedang berjalan menyusuri pantai.
- Aparat Polsek Sukajaya tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB untuk memastikan informasi dan mengamankan TKP.
- Polsek berkoordinasi dengan Unit Reserse Polres Sabang, PMI Kota Sabang, dan pihak terkait lainnya untuk proses penanganan lebih lanjut.
Identitas Korban
- Identitas korban masih dalam proses penyelidikan.
- Polisi berusaha mengidentifikasi korban melalui pemeriksaan medis dan forensik.
- Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab kematian dan identitas korban.
Kondisi mayat yang tidak utuh dan mengalami pembusukan menunjukkan bahwa jasad telah berada di lokasi selama beberapa hari. Polisi terus berupaya untuk mengidentifikasi korban dan mengungkap penyebab kematian melalui pemeriksaan medis dan forensik. Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan identitas korban dan mengungkap kasus ini secara menyeluruh.
Dengan kondisi mayat yang tidak utuh dan mengalami pembusukan, polisi menduga bahwa jasad telah berada di lokasi selama lima hingga tujuh hari. Faktor lingkungan dan kemungkinan aktivitas binatang turut memengaruhi kondisi jenazah. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi korban dan mengungkap penyebab kematian.
