News
Mahasiswa USK Desak Calon Rektor Wujudkan Slogan Jantong Hate
8 jam yang lalu
Penetapan tiga calon Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031 memantik harapan sekaligus tuntutan dari mahasiswa. Mereka mendesak agar slogan USK sebagai Jantong Hate (jantung hati) rakyat Aceh tidak hanya menjadi jargon, melainkan diwujudkan dalam kebijakan konkret yang dirasakan mahasiswa dan masyarakat.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum USK, Annas Maulana, mengatakan rektor terpilih kelak memikul beban moral untuk membuktikan identitas tersebut melalui langkah nyata. Ia berharap rektor yang terpilih benar-benar amanah dan visioner.
Tuntutan Mahasiswa
- Kebijakan yang berdampak langsung: Mahasiswa menilai kebijakan kampus belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa maupun masyarakat luas.
- Persiapan karier: Banyak lulusan baru USK yang kebingungan menentukan arah karier setelah wisuda akibat minimnya sistem pendampingan dan persiapan profesional.
- Peran strategis dalam bencana: USK dituntut mengambil peran lebih strategis saat terjadi krisis, tidak hanya sekadar pengiriman relawan.
- Kebijakan finansial: Pentingnya kebijakan finansial yang berpihak pada mahasiswa terdampak bencana, seperti pengurangan atau pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta penyediaan tempat tinggal sementara.
Calon Rektor USK
Ketiga calon rektor yang telah ditetapkan adalah Profesor Agussabti, Profesor Marwan, dan Profesor Mirza Tabrani. Penetapan dilakukan dalam Rapat Terbuka MWA di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh.
Pemilihan rektor kali ini diharapkan menjadi momentum bagi USK untuk merevitalisasi perannya, tidak hanya sebagai institusi akademik unggulan, tetapi juga sebagai pusat solusi atas persoalan sosial dan ekonomi di Aceh.
Harapan ke Depan
Mahasiswa berharap rektor terpilih dapat membangun sistem yang secara terstruktur membantu mahasiswa menghadapi transisi ke dunia kerja. Selain itu, USK diharapkan dapat lebih responsif dalam menghadirkan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat Aceh.
Dengan kapasitas dan sumber daya yang dimiliki, USK diharapkan dapat berbuat lebih, terutama dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi di Aceh.
