News
Banjir Luapan di Tiga Kecamatan Bireuen, 150 Rumah Terendam dan Warga Mengungsi
08 Januari 2026 12:36
Banjir luapan sungai kembali melanda tiga kecamatan di Bireuen, yaitu Jeunieb, Pandrah, dan Samalanga. Sekitar 150 rumah terendam dan warga terpaksa mengungsi ke pos jaga dan masjid. Banjir ini merupakan kejadian kelima sejak November 2025 di Jeunieb dan keempat di Pandrah.
Warga berharap Pemkab Bireuen segera melakukan normalisasi sungai dan memperbaiki tanggul yang rusak untuk mencegah banjir berulang.
Dampak Banjir di Tiga Kecamatan
-
Jeunieb: Sekitar 150 rumah di Dusun Malahayati, Hasanah, Misbah, dan sebagian Pulo Reudeup terendam. Banjir terjadi karena meluapnya Krueng Jeunieb akibat hujan deras di pegunungan dan kayu tersangkut di jembatan beton Meunasah Tambo.
-
Pandrah: Sejumlah rumah di Gampong Pandrah Janeng dan desa lain juga terendam. Warga berharap Pemkab Bireuen segera melakukan normalisasi Krueng Pandrah dan memperbaiki tanggul sungai yang rusak.
-
Samalanga: 16 gampong terdampak banjir sejak Rabu sore hingga Kamis dini hari. Gampong terdampak antara lain Lueng Keubeu, Kandang, Namploh Krueng, Geulumpang Bungkok, Mideun Jok, Namploh Blang Garang, Baro, Namploh Papeun, Tanjong Baro, Mideun Geudong, Putoh, Meuliek, Glumpang Payong, Ulee Jumatan, dan Namploh Baro.
Upaya Penanganan
-
Camat Samalanga bersama relawan mendirikan posko kebencanaan, memantau kondisi, dan menyiapkan evakuasi.
-
Hingga Kamis pagi, air mulai surut dan warga yang mengungsi bersifat sementara.
Harapan Warga
-
Warga berharap Pemkab Bireuen segera melakukan normalisasi sungai dan memperbaiki tanggul yang rusak untuk mencegah banjir berulang.
-
Warga juga berharap adanya perbaikan infrastruktur yang lebih baik untuk mengatasi banjir di masa mendatang.
Dampak Jangka Panjang
-
Banjir berulang dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur yang lebih parah dan mengganggu aktivitas warga.
-
Dampak ekonomi juga dirasakan oleh warga, terutama petani dan nelayan yang kehilangan sumber penghasilan akibat banjir.
-
Warga berharap adanya solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir dan mencegah kerugian yang lebih besar di masa mendatang.
