News
Tiga SMAN di Nagan Raya Kembali Beroperasi Normal Pasca Banjir
07 Januari 2026 15:11
Banjir bandang yang melanda Kabupaten Nagan Raya sempat menyebabkan tiga Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dipenuhi lumpur. Namun kini, ketiga sekolah tersebut telah dibersihkan dan aktivitas proses belajar mengajar (PBM) kembali berjalan normal.
PBM di sekolah-sekolah tersebut mulai aktif kembali sejak Senin (5/1/2026). Adapun tiga sekolah yang terdampak banjir yakni SMAN 1 Darul Makmur, SMAN 3 Darul Makmur, dan SMAN Bunga Bangsa Darul Makmur.
Kondisi Sekolah Pasca Banjir
- SMAN 1 Darul Makmur: Telah dibersihkan dan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
- SMAN 3 Darul Makmur: Proses pembersihan lumpur telah selesai dan sekolah kembali beroperasi.
- SMAN Bunga Bangsa Darul Makmur: Aktivitas belajar mengajar kembali normal setelah pembersihan.
Apresiasi dari Dinas Pendidikan
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Nagan Raya, Arizal SPd, menyampaikan bahwa seluruh sekolah tingkat SMA/SMK yang terdampak banjir di daerah tersebut berjumlah tiga sekolah. Ia juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi membersihkan tiga sekolah yang terdampak banjir.
Dampak Banjir
- Proses Belajar Mengajar: Terhenti sementara akibat banjir bandang.
- Pembersihan: Dilakukan dengan bantuan berbagai pihak di Nagan Raya.
- Kembali Normal: PBM aktif kembali sejak Senin, 5 Januari 2026.
Dengan kondisi sekolah yang telah kembali normal, diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan tidak terganggu lagi oleh bencana alam. Kontribusi dari berbagai pihak dalam pembersihan lumpur sangat membantu dalam mempercepat pemulihan sekolah-sekolah yang terdampak banjir.
Langkah Selanjutnya
- Pemantauan Kondisi Sekolah: Dinas Pendidikan akan terus memantau kondisi sekolah-sekolah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan siswa.
- Pencegahan Banjir: Diperlukan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi dampak banjir di masa mendatang.
- Kesiapsiagaan: Sekolah-sekolah diharapkan memiliki rencana kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana alam.
