News
USK Bersihkan Masjid di Pidie Jaya Pasca Banjir, Warga Terima Bantuan
02 Januari 2026 23:57
Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Aceh melalui kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Meuseuraya USK Tahun 2026. Kegiatan ini berfokus pada pembersihan masjid, penyediaan fasilitas air bersih, serta penyaluran bantuan logistik dan perlengkapan masjid di tiga lokasi di Kabupaten Pidie Jaya.
Rektor USK, Prof Dr Marwan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk empati kampus terhadap masyarakat yang terdampak musibah banjir. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen kampus, termasuk dosen, mahasiswa, dan relawan USK.
Dampak Banjir di Pidie Jaya
- 19 desa di Kecamatan Meurah Dua terdampak banjir
- Beberapa desa terisolasi selama hampir dua pekan
- Masjid menjadi bersih dan layak digunakan kembali setelah dibersihkan
Bantuan dari USK
- Pembersihan masjid di tiga lokasi
- Penyediaan fasilitas air bersih
- Penyaluran bantuan logistik dan perlengkapan masjid
Harapan ke Depan
USK berharap dapat terus menjadi mitra masyarakat dalam pemulihan pasca bencana. Camat Kecamatan Meurah Dua, Iskandar Usman, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran USK di wilayahnya. Ia berharap USK terus menjadi penyambung aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat terkait kebutuhan yang masih mendesak.
Kegiatan ini juga memperkuat hubungan USK dengan Pidie Jaya, yang telah terjalin erat sejak peristiwa gempa bumi tahun 2016. USK berkomitmen untuk terus mendukung masyarakat Aceh dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Pidie Jaya merasa terbantu dan semakin optimis dalam menghadapi masa pemulihan pasca banjir. USK berharap bahwa bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan mempercepat proses pemulihan di wilayah tersebut.
Kegiatan Baksos Meuseuraya USK Tahun 2026 ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi lain untuk turut serta dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Dengan semangat gotong royong, masyarakat Aceh dapat bangkit dan pulih lebih cepat dari dampak bencana.
