News
TNI Bangun Jembatan Gantung di Aceh Tamiang untuk Akses Warga
4 hari yang lalu
Prajurit TNI AD dari Korem 001/Lilawangsa sedang membangun jembatan gantung sepanjang 120 meter di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Jembatan ini dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang roboh akibat banjir, sehingga warga terpaksa menyeberangi sungai menggunakan boat berbayar.
Komandan Korem 001/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, menyatakan bahwa pembangunan jembatan ini melibatkan prajurit TNI dan sipil untuk konstruksi teknis. Target penyelesaian secepatnya, namun membutuhkan waktu karena tahap pondasi besi masih berlangsung.
Dampak dan Harapan
- Akses utama perekonomian warga terputus sejak jembatan lama roboh.
- Warga dan pendatang terpaksa menggunakan boat berbayar untuk menyeberangi sungai.
- Jembatan baru diharapkan dapat menyambung kembali akses antar desa dan kecamatan.
- Pembangunan melibatkan TNI dan sipil untuk memastikan kualitas konstruksi.
Latar Belakang
Jembatan lama yang menghubungkan Desa Aras Sembilan dan Desa Lubuk Sidup dibangun pada tahun 2008 dan mulai difungsikan pada 2010. Jembatan ini roboh akibat banjir, meninggalkan warga tanpa akses yang memadai. Pada era 1990-an, jalur ini pernah memiliki sarana penyeberangan transportasi air getek/rakit mesin milik Dishub Aceh Tamiang.
Pernyataan Kepala Desa
Datok Penghulu Lubuk Sidup, Ibrahim, menyatakan bahwa warga bersyukur atas pembangunan jembatan baru ini. Ia berharap pembangunan jembatan gantung diprioritaskan agar tidak ada warga yang merasa terisolir.
Fokus Pembangunan
Ali Imran meluruskan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman memang lamban karena instansi terkait masih fokus membenahi jalur utama. "Kalau jalur utama sudah jadi baru material bisa masuk ke dalam," ujarnya.
Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan dapat memperbaiki aksesibilitas dan perekonomian warga di Aceh Tamiang, serta mengurangi ketergantungan pada transportasi air berbayar.
Progres Saat Ini
- Pondasi besi sedang dipasang.
- Target penyelesaian secepatnya, namun membutuhkan waktu untuk konstruksi teknis.
- Melibatkan TNI dan sipil untuk memastikan kualitas dan keamanan jembatan.
