News
TNI dan Warga Bersihkan SDN 3 Peusangan Bireuen Pasca Banjir
2 hari yang lalu
Banjir yang melanda SDN 3 Percontohan Peusangan Bireuen meninggalkan endapan lumpur setebal 0,5 hingga 1 meter di ruang-ruang kelas dan halaman sekolah. Ketinggian air mencapai 1,5 meter saat banjir, melumpuhkan aktivitas belajar mengajar dan merusak sarana pendidikan.
TNI dari Yonif TP 837 Ksatria Trunojoyo Jawa Timur mengerahkan sepuluh personel untuk membersihkan sekolah selama satu hari penuh. Gotong royong juga dilakukan oleh guru, murid, wali murid, dan relawan dari berbagai komunitas.
Kondisi Sekolah Pasca Banjir
- 75 persen sekolah sudah bersih dari lumpur.
- Proses belajar mengajar sudah dimulai meski fasilitas belum sepenuhnya pulih.
- Anak-anak belajar di atas lantai dan ikut membantu pembersihan.
Upaya Pemulihan
- Pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh guru, murid, wali murid, dan relawan.
- Bantuan datang dari komunitas Exim Ojek Online Aceh, Mei Gacoan, Relawan Rumah Zakat, dan unsur TNI.
- Sekolah memiliki 21 rombongan belajar dengan 30 guru ASN dan 15 guru honorer.
Pendidikan Karakter
Kepala sekolah, Nisrina SPd MPd, menyatakan bahwa kebersihan sekolah bukan hanya soal fisik, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak diajarkan untuk peduli terhadap lingkungan dan gotong royong dalam membersihkan sekolah.
Meski fasilitas belum sepenuhnya pulih, proses pendidikan tetap diupayakan berjalan. Anak-anak terlihat ceria mengikuti pembelajaran meski harus belajar di atas lantai. Sebagian murid lainnya dengan penuh kepedulian ikut bergotong royong membersihkan halaman sekolah.
Dengan semangat gotong royong dan bantuan dari berbagai pihak, SDN 3 Percontohan Peusangan Bireuen berangsur-angsur pulih dan siap melanjutkan proses belajar mengajar dengan lebih baik.
Kondisi saat ini:
- 75% sekolah bersih dari lumpur.
- Proses belajar mengajar sudah dimulai.
- Anak-anak ikut serta dalam pembersihan dan pembelajaran.
- Fasilitas sekolah masih dalam proses pemulihan.
- Gotong royong menjadi kunci pemulihan sekolah.
