Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

TNI dan Siswa Bersihkan SMK Negeri 1 Peusangan Pasca Banjir Lumpur

01 Januari 2026 23:57

Banjir lumpur yang melanda SMK Negeri 1 Peusangan, Bireuen, meninggalkan dampak serius. Sekolah terendam lumpur setinggi lebih dari satu meter, merusak dokumen penting dan buku pelajaran. Kondisi ini mengancam kesiapan kegiatan belajar mengajar yang dijadwalkan kembali pada Senin, 5 Januari 2026.

Gotong Royong Membersihkan Sekolah

Puluhan prajurit TNI dari Batalyon Infanteri TP 837/KT Kodam V/Brawijaya bergotong royong dengan guru dan siswa untuk membersihkan lumpur. Mereka menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan kereta sorong, serta alat berat yang didatangkan oleh Zidam Iskandar Muda (IM) dan personel Kodim 0111/Bireuen.

Dampak dan Respon

  • Lumpur setinggi lebih dari satu meter menggenangi ruang kelas, kantor guru, dan halaman sekolah.
  • Dokumen penting dan buku pelajaran rusak bahkan hilang akibat banjir.
  • Kegiatan belajar mengajar terancam tertunda jika pembersihan tidak segera selesai.
  • TNI dan siswa bekerja tanpa mengenal lelah untuk mempercepat pembersihan.
  • Kepala sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian semua pihak.

Semangat Gotong Royong

Semangat gotong royong ditunjukkan oleh para guru dan siswa, khususnya anggota Pramuka, yang membantu membersihkan ruang kelas dan memilah dokumen yang masih bisa diselamatkan. Bantuan ini sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan di SMKN 1 Peusangan.

Fokus pada Pendidikan

Komandan Lapangan Yonif TP 837/KT, Letnan Dua Infanteri Lambangwan, menekankan bahwa pendidikan adalah prioritas bersama. Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan aktivitas pendidikan dapat segera berjalan normal kembali.

Keberlangsungan Pendidikan

Kepala SMK Negeri 1 Peusangan, Joko Trianto, ST, MPd, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. "Bantuan ini sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan di SMKN 1 Peusangan," ujarnya. Dengan semangat gotong royong, sekolah diharapkan siap digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.

Dampak Jangka Panjang

Banjir lumpur ini tidak hanya mengganggu kegiatan belajar mengajar, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis siswa dan guru. Dengan adanya bantuan dari TNI dan semangat gotong royong, diharapkan sekolah dapat segera pulih dan kegiatan pendidikan berjalan lancar kembali.

TNI dan Siswa Bersihkan SMK Negeri 1 Peusangan Pasca Banjir Lumpur
0123456789