News
Warga Pasie Raya Kompak Tolak Tambang di Krueng Teunom, Khawatir Bencana
15 jam yang lalu
Aliansi Pasie Raya Peduli kembali menegaskan penolakan terhadap rencana tambang emas di Krueng Teunom, Aceh Jaya. Dalam musyawarah besar kedua, tokoh masyarakat, pemuda, dan perwakilan warga kompak menolak masuknya korporasi tambang dan kapal keruk yang dinilai mengancam kelestarian sungai dan kehidupan warga.
Keresahan warga semakin meningkat setelah adanya aktivitas survei oleh perusahaan tambang. Mereka khawatir dampak lingkungan seperti banjir bandang, pencemaran air, dan erosi sungai akan mengancam kehidupan masyarakat di hilir.
Dampak yang Dikhawatirkan
- Banjir bandang akibat kerusakan hulu sungai
- Pencemaran air bersih yang digunakan warga sehari-hari
- Abrasi dan erosi sungai yang mengancam pemukiman
- Kerugian ekonomi bagi nelayan dan petani lokal
Tuntutan Aliansi Pasie Raya Peduli
- Pembatalan izin usaha pertambangan di Pasie Raya
- Penertiban alat berat ilegal yang beroperasi di hulu Krueng Teunom
- Penegakan hukum tegas terhadap aktivitas tambang ilegal
- Jaminan keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang
Zulfikri, Ketua Aliansi Pasie Raya Peduli, menekankan bahwa suara masyarakat harus menjadi penentu hak hidup tenang bagi anak cucu. "Kami tidak ingin menanggung bencana di masa depan," tegasnya. Warga berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera bertindak untuk melindungi Krueng Teunom dan kehidupan masyarakat sekitarnya.
Konteks Aceh
- Krueng Teunom merupakan salah satu sungai vital di Aceh Jaya
- Masyarakat setempat bergantung pada sungai untuk air bersih dan mata pencaharian
- Penolakan tambang mencerminkan kesadaran kolektif menjaga lingkungan pasca-bencana tsunami 2004
Dengan semakin kuatnya penolakan, nasib Krueng Teunom dan warga Pasie Raya kini bergantung pada respons pemerintah dan penegak hukum. Apakah suara masyarakat akan didengar atau justru diabaikan demi kepentingan ekonomi jangka pendek?
Catatan Penting
- Aliansi Pasie Raya Peduli terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, dan perwakilan warga
- Kapal keruk (dredger) dinilai sebagai ancaman utama terhadap ekosistem sungai
- Aktivitas tambang ilegal sudah berlangsung dan perlu penertiban segera
