News
Tujuh Kabupaten Aceh Masih Terancam Campak dan TBC di Pengungsian
04 Januari 2026 10:51
Banjir dan longsor yang melanda Aceh sejak November 2025 meninggalkan dampak berat, terutama di tujuh kabupaten yang masih memerlukan perhatian khusus. Aceh Tamiang menjadi wilayah terdampak paling parah akibat kondisi topografi yang rendah, membuatnya rentan terhadap banjir. Kondisi pengungsian yang padat dan keterbatasan sanitasi meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular seperti campak dan TBC.
Pemerintah Aceh memfokuskan penanganan dampak kesehatan pascabencana di sembilan kabupaten dan kota prioritas. Campak dan TBC menjadi penyakit yang paling diwaspadai, terutama pada anak-anak dan lansia. Upaya pencegahan dilakukan melalui pemantauan kesehatan, layanan medis di posko pengungsian, dan edukasi kepada masyarakat.
Dampak Bencana di Aceh
- Tujuh kabupaten di Aceh masih memerlukan perhatian khusus: Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.
- Aceh Tamiang menjadi wilayah terdampak paling parah akibat kondisi topografi yang rendah.
- Campak dan TBC mengintai ribuan pengungsi di wilayah terdampak banjir dan longsor.
- Kondisi pengungsian yang padat meningkatkan risiko penularan penyakit menular.
Upaya Penanganan
- Pemerintah Aceh memperkuat upaya pencegahan melalui pemantauan kesehatan dan edukasi masyarakat.
- Layanan medis di posko pengungsian terus ditingkatkan untuk menekan potensi penyebaran penyakit.
- Tim SAR masih terus mencari jenazah korban banjir di Aceh Utara, yang menjadi daerah dengan korban jiwa terbanyak.
Data Terkini
- Total korban jiwa di Aceh, Sumut, dan Sumbar mencapai 1.167 orang.
- Jumlah pengungsi tercatat 257.780 orang, mengalami penurunan sebanyak 122.507 orang.
- Enam orang masih dilaporkan hilang di Aceh Utara.
Kondisi pascabencana di Aceh masih memerlukan perhatian serius, terutama dalam penanganan kesehatan dan pencarian korban. Upaya pemulihan terus dilakukan untuk mengurangi dampak bencana dan mencegah penyebaran penyakit menular.
