News
PIM Aceh Utara Tutup Produksi 2025 dengan Capaian Positif, Komitmen Jaga Kelancaran 2026
05 Januari 2026 10:27
PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh Utara menutup Tahun Produksi 2025 dengan capaian kinerja operasional yang positif dan terkendali. Meskipun industri pupuk dan petrokimia menghadapi berbagai tantangan, PIM berhasil menjaga kesinambungan produksi dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Dalam kegiatan Pengantongan Akhir Tahun 2025 dan Awal Tahun Produksi 2026, Direktur Operasi & Produksi PIM, Zulyan Imansyah, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan kolaborasi seluruh insan perusahaan. PIM mencatat realisasi produksi urea sebesar 405.863,79 ton, NPK sebesar 359.321,05 ton, ammonia sebesar 265.165,57 ton, dan hydrogen peroxide (H₂O₂) sebesar 5.929,39 ton.
Capaian Produksi 2025
- Urea: 405.863,79 ton atau 89,20% dari RKAP
- NPK: 359.321,05 ton atau 79,85% dari RKAP
- Ammonia: 265.165,57 ton atau 87,80% dari RKAP
- Hydrogen Peroxide (H₂O₂): 5.929,39 ton atau 84,71% dari RKAP
Komitmen untuk Tahun 2026
PIM menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kelancaran produksi secara berkelanjutan. Beberapa langkah yang akan diambil meliputi:
- Meningkatkan keandalan pabrik melalui perawatan yang terencana
- Disiplin terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
- Memperkuat sinergi antarunit kerja
- Menumbuhkan budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada kinerja
Dukungan dari seluruh stakeholder, termasuk karyawan, pemerintah, mitra usaha, dan masyarakat sekitar, menjadi fondasi penting bagi PIM dalam menjaga kelangsungan operasional dan kinerja perusahaan secara berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan dan optimisme, PIM meyakini Tahun Produksi 2026 dapat dilalui dengan kinerja yang lebih baik dan berdaya saing.
Momentum pengantongan akhir tahun ini diharapkan menjadi refleksi atas kerja keras yang telah dilakukan sepanjang 2025, sekaligus menjadi penyemangat bagi seluruh insan perusahaan dan stakeholder untuk terus melangkah maju bersama dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pertumbuhan industri yang berkelanjutan.
