News
Penyintas Banjir Aceh Utara Dapat Bantuan Literasi dan Kebutuhan Dasar
01 Januari 2026 23:12
Banjir yang melanda Aceh Utara meninggalkan dampak signifikan bagi warga, terutama anak-anak yang kehilangan akses pendidikan sementara. UIN Ar-Raniry dan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Aceh bergerak cepat dengan program Ar-Raniry Peduli, yang tidak hanya menyalurkan bantuan material tetapi juga memperkuat literasi bagi penyintas.
Kolaborasi ini melibatkan distribusi bahan bacaan, Alquran, Iqra, buku tuntunan shalat, dan paket mukena bagi ibu-ibu. Selain itu, IPI Aceh memberikan bantuan biaya hidup sebesar Rp 500.000 per pustakawan terdampak, dengan total dana Rp 11 juta dari sumbangan berbagai IPI regional.
Dampak Program Literasi
- Anak-anak tetap dapat belajar dan berinteraksi melalui aktivitas membaca.
- Literasi dianggap sebagai fondasi pemulihan pascabencana.
- Bantuan spiritual seperti Alquran dan buku tuntunan shalat membantu pemulihan mental.
Bantuan untuk Pustakawan
- Rp 500.000 per pustakawan terdampak parah.
- Dana berasal dari sumbangan IPI Aceh, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Lampung.
Program ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya melalui bantuan material tetapi juga melalui penguatan literasi bagi masyarakat Aceh Utara pascabencana banjir.
Harapan ke Depan
- Kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi dapat menjadi model pemulihan pascabencana.
- Literasi diharapkan dapat membangun kembali harapan dan semangat belajar anak-anak di Aceh Utara.
Dengan program ini, UIN Ar-Raniry dan IPI Aceh menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung pemulihan masyarakat Aceh Utara pascabencana banjir, melalui pendekatan yang holistik dan berkelanjutan.
Kontribusi Masyarakat
- Masyarakat diharapkan dapat mendukung program ini dengan menyumbangkan bahan bacaan atau dana.
- Partisipasi aktif dari semua pihak dapat mempercepat proses pemulihan dan pembangunan kembali Aceh Utara.
Program Ar-Raniry Peduli dan kolaborasi dengan IPI Aceh merupakan langkah konkret dalam mendukung pemulihan pascabencana, dengan fokus pada literasi dan bantuan material yang dibutuhkan oleh penyintas banjir di Aceh Utara.
