Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan peringatan keras kepada jajaran birokrasi di Aceh untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lagi mentoleransi pola kerja lamban dan kegagalan dalam mengeksekusi kebijakan yang telah dirancang dengan baik.
Purbaya menyoroti masih lemahnya implementasi kebijakan di tingkat pelaksana dan kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan. Ia menekankan bahwa instruksi yang sudah jelas kerap tidak dijalankan sebagaimana mestinya, bahkan baru direspons setelah terjadi mutasi atau pergantian posisi.
Peringatan dan Sanksi
- Purbaya menegaskan bahwa ke depan, pendekatan terhadap kinerja aparatur akan jauh lebih tegas dan terukur.
- Ia mengancam sanksi tegas, termasuk pemecatan, bagi mereka yang tidak menjalankan instruksi dengan baik.
- Purbaya juga menekankan bahwa pemerintah akan memberikan penghargaan kepada aparatur yang menunjukkan kinerja unggul.
Lemahnya Perencanaan Proyek
- Purbaya menyoroti lemahnya kesiapan sejumlah proyek pemerintah, khususnya dari sisi perencanaan.
- Banyak proyek yang tidak memiliki kejelasan dari segi visibilitas, struktur pembiayaan, hingga skema pelaksanaan.
- Kondisi tersebut berdampak langsung pada rendahnya minat investor.
Penguatan Disiplin Birokrasi
- Purbaya meyakini bahwa penguatan disiplin birokrasi dan perbaikan tata kelola proyek akan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan investor.
- Ia menekankan pentingnya perencanaan proyek yang matang dan terintegrasi.
- Purbaya juga meminta sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menghindari hambatan dalam pelaksanaan program strategis.
Baca Sumber Asli
Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

