News
Siswa Aceh Tamiang Belajar Tanpa Seragam dan Bangku Pascabencana
08 Januari 2026 15:25
Pascabencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang, siswa di SD Negeri Geulanggang Meurak dan Desa Babo menghadapi keterbatasan seragam dan fasilitas belajar. Pembelajaran dilakukan di tenda pengungsian dengan fokus pada trauma healing untuk membantu siswa pulih secara psikologis.
Guru dan pihak sekolah berupaya menjaga semangat belajar siswa meskipun dalam kondisi darurat. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan berkelanjutan agar proses pembelajaran dapat kembali berjalan dengan layak dan bermartabat.
Kondisi Pembelajaran Pascabencana
- Siswa belajar tanpa seragam karena pakaian sekolah rusak dan hanyut terbawa banjir.
- Pembelajaran dilakukan di satu ruangan dengan siswa duduk di lantai karena meja dan kursi rusak.
- Trauma healing menjadi prioritas untuk membantu siswa pulih secara psikologis.
- Sisa lumpur banjir masih terlihat di lingkungan sekolah, menghambat proses pembersihan.
Dukungan Pemerintah
- Komitmen untuk pemulihan pendidikan dengan memberikan perhatian konkret.
- Dukungan berkelanjutan untuk sekolah-sekolah terdampak bencana di Aceh Tamiang dan seluruh wilayah yang terdampak.
Kondisi ini menyoroti pentingnya dukungan berkelanjutan bagi sekolah terdampak bencana untuk memastikan proses pembelajaran dapat berjalan dengan layak dan bermartabat. Pemulihan pendidikan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan bangunan sekolah, tetapi juga pemenuhan perlengkapan belajar, kebersihan lingkungan, serta pemulihan mental dan psikologis peserta didik.
Dengan semangat tinggi dari guru dan siswa, serta dukungan dari pemerintah dan relawan, diharapkan proses pembelajaran dapat kembali normal dan siswa dapat belajar dengan nyaman dan aman.
Jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran di tenda pengungsian:
- 155 siswa SD
- 200 siswa SMP
- 180 siswa SMA/MAS
- 55 siswa TK
Total: 550 siswa
Dengan kondisi yang masih darurat, semangat belajar siswa dan dedikasi guru menjadi kunci untuk memastikan pendidikan tetap berjalan di tengah keterbatasan.
