News
USK Dorong Rekonstruksi Aceh Berbasis Mitigasi Bencana Pascabencana
4 hari yang lalu
Badai Siklon Senyar 2025 meninggalkan dampak besar bagi Aceh, terutama dalam hal kerusakan infrastruktur dan lingkungan. Universitas Syiah Kuala (USK) berperan aktif dalam mendorong rekonstruksi Aceh dengan pendekatan mitigasi bencana yang komprehensif dan berkelanjutan.
USK mengusulkan pembangunan kembali wilayah terdampak melalui pendekatan Daerah Aliran Sungai (DAS) utama. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip Build Back Better, Safer, and Sustainable, yang bertujuan untuk membangun kembali wilayah terdampak dengan kondisi yang lebih baik, lebih aman, dan lebih berkelanjutan.
Kontribusi USK dalam Rekonstruksi Aceh
- Tim Pakar Lintas Disiplin: USK telah mengerahkan 14 tim pakar lintas disiplin yang tergabung dalam lima gugus kerja tematik rehabilitasi dan rekonstruksi.
- Infrastruktur Pengendalian Banjir: USK mengusulkan pengerukan dan normalisasi sungai, pembangunan tanggul banjir, dan penetapan sempadan sungai sebagai kawasan lindung.
- Pemulihan Kawasan Lindung: USK memetakan tingkat kerusakan hutan akibat badai dan menyusun rekomendasi perbaikan kawasan hutan agar kembali memenuhi fungsi ekologisnya.
- Bantuan Kemanusiaan: USK telah menurunkan lebih dari 2.700 personel, termasuk tenaga medis dan relawan, untuk memberikan bantuan logistik dan layanan kesehatan secara gratis.
- Pendampingan Psikososial: USK memberikan pendampingan psikososial kepada 1.260 anak korban banjir di empat kabupaten terdampak.
- Kuliah Kerja Nyata (KKN): USK melibatkan 719 mahasiswa dalam KKN Tematik Kebencanaan yang difokuskan pada sembilan kabupaten/kota terdampak.
Kebijakan USK untuk Mahasiswa Terdampak
USK menetapkan kebijakan pembebasan dan pengurangan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak, disertai pendampingan akademik dan psikososial. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan keberlangsungan studi mahasiswa tetap terjaga.
Survei dan Pendataan Kerusakan
Tim Satgas USK melakukan survei dan pendataan kerusakan terhadap infrastruktur, lahan pertanian, serta kawasan kehutanan yang terdampak bencana. Data tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses validasi dampak kerusakan yang tengah dilakukan oleh Tim R3P Provinsi Aceh.
