News
938 Mahasiswa USK KKN Pulihkan Aceh Pasca Siklon Senyar, Fokus Psikologis Warga
6 hari yang lalu
Universitas Syiah Kuala (USK) secara resmi melepas 938 mahasiswanya untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler XXVIII dan KKN Tematik Kebencanaan Siklon Tropis Senyar. Pelepasan ini dipimpin langsung oleh Rektor USK dan diselenggarakan di Gedung Academic Activity Center (AAC) Dayan Dawood, pada Kamis (8/1/2026).
Program KKN ini bertujuan untuk membantu pemulihan pasca bencana banjir dan longsor akibat Siklon Tropis Senyar pada akhir November 2025 lalu. Mahasiswa akan ditempatkan di 4 kecamatan di Banda Aceh dan 9 kabupaten/kota lainnya yang terdampak bencana.
Fokus Utama KKN
- Pemulihan Psikologis: Mahasiswa akan memberikan pendampingan untuk membantu warga mengatasi trauma pasca bencana.
- Kesehatan dan Air Bersih: Mahasiswa dengan latar belakang lintas ilmu akan membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan dan pemastian air bersih.
- Kebutuhan Logistik: Mahasiswa juga akan membantu dalam pemenuhan kebutuhan logistik yang belum optimal.
Wilayah Penempatan
- Banda Aceh: 219 mahasiswa akan ditempatkan di 4 kecamatan.
- Kabupaten/Kota Lainnya: 719 mahasiswa akan dikerahkan ke Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Utara, Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Tenggara.
Harapan dan Tantangan
Rektor USK, Prof Dr Ir Marwan, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa sangat diperlukan untuk membantu pemulihan pasca bencana. Ia juga menyoroti pentingnya pemulihan psikologis warga yang masih merasakan trauma setiap kali hujan turun.
Sekretaris Daerah (Sekda) Banda Aceh, Jalaluddin, menyambut baik penempatan mahasiswa di wilayahnya. Ia berharap kehadiran mahasiswa dengan lintas ilmu ini dapat dimanfaatkan oleh aparatur gampong untuk membangun desa yang lebih modern di Banda Aceh.
Kewaspadaan dan Mitigasi
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Prof Dr Mudatsir, M.Kes, menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menjalankan tugas. Mahasiswa diharapkan untuk tetap waspada dan melaksanakan mitigasi, serta melaporkan hal-hal yang ditemukan di lapangan.
