News
2.600 Ton Bantuan PMI Tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh untuk Korban Bencana Aceh
6 hari yang lalu
Kapal Omarrasheed milik perusahaan Kalla Line yang mengangkut 2.600 ton logistik bantuan dari PMI bersandar di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Bantuan ini ditujukan untuk korban bencana di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kedatangan kapal tersebut disambut langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dan Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf. Bantuan kemanusiaan yang diangkut termasuk 500 ton beras, puluhan alat berat, alat tulis, bahan pangan, peralatan ibadah, dan kebutuhan pendidikan.
Detail Bantuan
- 500 ton beras untuk memenuhi kebutuhan pangan korban bencana.
- Puluhan alat berat untuk membantu pembersihan dan pemulihan.
- Alat tulis dan kebutuhan pendidikan untuk mendukung pendidikan anak-anak korban bencana.
- Peralatan ibadah untuk memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat.
Penyaluran Bantuan
- Sebagian bantuan akan disalurkan melalui pemerintah kabupaten atau kota.
- Sebagian lainnya akan disalurkan langsung oleh PMI di masing-masing daerah.
- PMI akan bekerja sama dengan pemerintah untuk membantu pemulihan pascabanjir, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pernyataan Wakil Gubernur Aceh
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meminta seluruh elemen masyarakat, khususnya para pengungsi, untuk melaporkan jika masih kekurangan bantuan logistik. Pengiriman bantuan dapat dilakukan lewat darat dan udara. Saat ini, Aceh sudah memasuki tahapan pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) mengingat bulan suci Ramadan sudah di depan mata.
Komitmen PMI
Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf, memastikan PMI terus bersama pemerintah untuk membantu pemulihan Aceh pascabanjir. Termasuk diantaranya pada saat rehabilitasi dan rekonstruksi. PMI juga akan membantu pembersihan di tiga kabupaten lainnya, yaitu Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lue, meskipun jumlah alat berat yang dikerahkan lebih sedikit.
Dengan kedatangan bantuan ini, diharapkan pemulihan pascabanjir di Aceh dapat berjalan lebih cepat dan efektif, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
