News
300 Prajurit TNI Bersihkan Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang
05 Januari 2026 19:34
Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang sebulan lalu meninggalkan dampak yang cukup parah. Banyak fasilitas publik, kantor pemerintahan, dan permukiman yang masih tergenang lumpur, menghambat aktivitas masyarakat. Untuk mempercepat pemulihan, 300 prajurit Yonif TP 852/Abhinaya Bala Yudha dikerahkan ke daerah tersebut.
Pasukan yang bermarkas di Pantailabu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara ini tiba di Aceh Tamiang pada 27 Desember 2025. Sejak hari pertama, mereka langsung disebar untuk membersihkan sejumlah kantor pemerintahan dan fasilitas publik yang masih tergenang lumpur.
Dampak dan Sasaran Pemulihan
-
Pembersihan Kantor Pemerintahan: Prajurit TNI membantu membersihkan kompleks perkantoran Bupati Aceh Tamiang dari tumpukan lumpur. Beberapa kantor dinas belum bisa berjalan normal akibat tingginya tumpukan lumpur.
-
Fasilitas Pendidikan dan Umum: Sasaran pemulihan juga menjangkau lingkungan pendidikan seperti SMA 1 Kejuruanmuda dan fasilitas umum lainnya seperti pasar pagi dan Islamic Center.
-
Permukiman dan Perekonomian: Ke depan, tim akan disebar untuk membersihkan pasar tradisional dan kawasan permukiman. Akses ke sejumlah permukiman belum lancar akibat tumpukan lumpur, sementara pasar tradisional sangat penting untuk memulihkan denyut perekonomian masyarakat.
Dukungan dan Dampak
-
Dukungan Pemerintah Daerah: Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Syaiful Bahri, mengaku merekomendasikan Yon TP 852/ABY mendirikan pos di gedung parlemen. Kehadiran TNI dinilai memberikan dampak signifikan, dengan beberapa akses jalan yang sebelumnya tertutup lumpur kini sudah bisa diakses.
-
Pemulihan Kehidupan Sosial: Sasaran operasi TNI di Aceh Tamiang adalah untuk memulihkan kehidupan sosial pasca-banjir bandang. Selain menargetkan fasilitas perkantoran pemerintahan dan sekolah, tim ini juga akan membantu membersihkan pasar tradisional dan kawasan permukiman.
Dengan adanya bantuan dari TNI, diharapkan pemulihan pasca-banjir bandang di Aceh Tamiang dapat berjalan lebih cepat dan efektif, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal.
