News
36 Warga Aceh Terima Kaki Palsu dari BMA, Dana Rp2 Miliar Terserap Rp600 Juta
07 Januari 2026 17:14
Baitul Mal Aceh (BMA) menyalurkan bantuan 36 unit kaki palsu kepada warga kurang mampu di Aceh. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Aula Multazam 2 Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Selasa (6/1/2026).
Program ini merupakan kerjasama antara BMA dan RSUDZA yang telah berlangsung sejak tahun 2024. Dana zakat sebesar Rp2 miliar dialokasikan untuk program ini, namun hanya Rp600 juta yang terserap untuk 36 penerima kaki palsu.
Detail Program
- 36 unit kaki palsu disalurkan kepada mustahik dari keluarga kurang mampu.
- Kaki palsu diproduksi mandiri oleh RSUDZA, namun kapasitas produksi masih terbatas.
- Rp2 miliar dana zakat dialokasikan, namun hanya Rp600 juta yang terserap.
- Program ini diharapkan dapat ditingkatkan untuk membantu lebih banyak warga.
Harapan dan Tantangan
- Ketua BMA, Tgk H Muhammad Yunus M Yusuf, berharap penyaluran kaki palsu dapat ditingkatkan karena sangat dibutuhkan masyarakat.
- Plt Direktur RSUDZA, dr. Hanif, mengakui jumlah kaki palsu yang dibagikan masih jauh dari kecukupan.
- Ketua TP PKK Aceh, Marlina Usman, berharap BMA dapat menyiapkan dana yang lebih besar untuk pengadaan kaki palsu di masa depan.
Akses Bantuan
- Masyarakat yang membutuhkan bantuan kaki palsu dapat mengaksesnya melalui bagian fisioterapi di RSUDZA.
- Program ini bertujuan untuk membantu warga kurang mampu yang membutuhkan kaki palsu namun tidak mampu membelinya karena harga yang mahal.
Program bantuan kaki palsu ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang untuk membantu lebih banyak warga Aceh yang membutuhkan. Kerjasama antara BMA dan RSUDZA diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan penyaluran kaki palsu di masa depan.
Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga Aceh yang membutuhkan kaki palsu dan memberikan mereka kesempatan untuk hidup lebih baik dan mandiri.
Program ini juga menunjukkan komitmen BMA dan RSUDZA dalam membantu masyarakat kurang mampu di Aceh dan memberikan mereka akses kepada layanan kesehatan yang mereka butuhkan.
