Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

42 Hari di Gubuk Darurat, Lansia dan Bayi di Aceh Tamiang Dievakuasi ke Huntara

5 hari yang lalu

Setelah 42 hari bertahan hidup di gubuk dan tenda darurat, sejumlah penyintas banjir bandang di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, akhirnya dievakuasi ke hunian sementara (Huntara). Evakuasi ini memprioritaskan bayi dan warga lanjut usia yang selama lebih dari satu bulan terpaksa tinggal di tempat yang tidak layak pasca banjir bandang menerjang wilayah tersebut.

Kondisi kesehatan serta keterbatasan fisik menjadi pertimbangan utama dalam penentuan penerima Huntara tahap awal. Dengan rasa haru, para penerima Huntara mengaku sangat bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh pihak desa serta relawan.

Kondisi Penyintas

  • 7 kepala keluarga dievakuasi dan ditempatkan di Huntara Desa Babo.
  • Huntara disiapkan sebagai tempat tinggal sementara sambil menunggu proses pemulihan pasca bencana.
  • 518 kepala keluarga dengan 1.716 jiwa warga Desa Babo terdampak langsung banjir bandang.
  • 90% rumah warga mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak huni.

Dampak dan Harapan

  • Keberadaan Huntara memberikan rasa aman serta membantu pemulihan kondisi kesehatan dan psikologis para penyintas.
  • Penghuni tahap awal merupakan lansia dengan kondisi kesehatan yang rentan serta bayi dari keluarga tidak mampu yang sebelumnya menderita gangguan kesehatan.
  • Warga yang belum mendapatkan Huntara maupun tenda darurat mengaku hanya bisa pasrah dan mulai mengais sisa-sisa bangunan rumah yang hancur untuk memperbaiki tempat tinggal seadanya.

Bantuan ini dinilai sangat berarti di tengah kondisi sulit yang mereka alami, meski dengan fasilitas yang masih sederhana. Huntara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pemulihan kehidupan warga Desa Babo pasca bencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang.

Tantangan ke Depan

  • Pemulihan rumah dan infrastruktur yang rusak.
  • Peningkatan kualitas hidup dan kesehatan penyintas.
  • Dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan relawan untuk pemulihan jangka panjang.

Dengan adanya Huntara, diharapkan warga dapat segera memulai proses pemulihan dan kembali beraktivitas seperti biasa, meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi.

42 Hari di Gubuk Darurat, Lansia dan Bayi di Aceh Tamiang Dievakuasi ke Huntara
0123456789