News
Anak Korban Banjir Aceh Tamiang Belajar di Sekolah Darurat dengan Semangat
07 Januari 2026 18:09
Banjir yang melanda Aceh Tamiang meninggalkan dampak besar pada infrastruktur pendidikan. Gedung sekolah seperti SDN Sungai Liput di Kecamatan Kejuruanmuda masih tertutup lumpur, dengan bangku rusak dan atap jebol, membuat aktivitas belajar mengajar terhenti. Solusi sementara dijalankan dengan membuka sekolah darurat di lokasi yang aman.
Di tengah kesulitan, semangat belajar anak-anak korban banjir mulai tumbuh kembali. Relawan dari Taman Zakat memberikan bantuan alat sekolah dan paket gizi, serta materi trauma healing untuk membantu pemulihan psikologis anak-anak. Kehadiran siswa meningkat sejak hari kedua pembelajaran, menunjukkan antusiasme yang tinggi meski masih ada tantangan untuk membangun motivasi belajar.
Kondisi Sekolah Pascabencana
- Gedung sekolah rusak parah: lumpur menutupi ruang kelas, bangku rusak, dan atap jebol.
- Sekolah darurat: dibuka di lokasi kering dan aman untuk melanjutkan aktivitas belajar mengajar.
- Bantuan relawan: 100 paket alat sekolah dan paket gizi disalurkan kepada siswa SD Negeri Inpres Sungai Liput.
Tantangan dan Harapan
- Motivasi belajar: sebagian siswa masih kesulitan untuk kembali semangat belajar setelah lama tidak bersekolah.
- Kesehatan siswa: kondisi pascabencana yang penuh debu dan lumpur berisiko menimbulkan gangguan pernapasan.
- Harapan kepala sekolah: semangat anak-anak tumbuh dari keinginan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Dampak Jangka Panjang
- Pemulihan psikologis: trauma healing membantu anak-anak mengatasi dampak banjir.
- Kembali ke sekolah: bantuan alat belajar mendorong anak-anak untuk kembali ke sekolah dan melanjutkan pendidikan.
- Kesehatan dan keamanan: sekolah darurat memberikan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi siswa untuk belajar.
Dengan semangat dan dukungan dari berbagai pihak, anak-anak korban banjir di Aceh Tamiang mulai membangun kembali harapan untuk masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
Kondisi sekolah pascabencana:
- 100 paket alat sekolah disalurkan kepada siswa.
- Trauma healing diberikan untuk membantu pemulihan psikologis.
- Kehadiran siswa meningkat sejak hari kedua pembelajaran.
