News
Pramuka Bireuen Bersihkan MIN 43 Cot Ara Pasca Banjir Bandang
13 Januari 2026 13:34
Banjir bandang yang melanda MIN 43 Bireuen atau MIN Cot Ara, Kutablang, meninggalkan kerusakan parah. Lumpur tebal memenuhi halaman dan ruangan madrasah, dengan ketinggian air mencapai 2,5 meter. Pagar madrasah roboh, pintu gerbang lepas, dan berbagai peralatan sekolah mengalami kerusakan.
Seratusan anggota Pramuka Kwartir Cabang Bireuen turun tangan membersihkan lumpur tebal di madrasah tersebut. Mereka membagi tugas, membersihkan halaman, ruangan, dan merawat peralatan sekolah. Gotong royong massal ini juga melibatkan puluhan anggota Pramuka dan mendapat bantuan peralatan dari Kwarcab Pramuka Lamongan.
Dampak Banjir Bandang
- Ketinggian air mencapai 2,5 meter, menyebabkan kerusakan parah pada bangunan dan peralatan sekolah.
- 11 anggota Pramuka Bireuen terdampak dan mendapat perhatian dari pengurus.
- Pembersihan belum seratus persen meski ruangan secara umum sudah bersih.
Upaya Pemulihan
- Gotong royong massal melibatkan anggota Pramuka, wali murid, warga desa, dan Kantor Kementerian Agama setempat.
- Bantuan peralatan dari Kwarcab Pramuka Lamongan, termasuk kereta sorong, sekop, dan alat kebersihan lainnya.
- Kantor Kementerian Agama Bireuen memberikan bantuan tas sekolah bagi para murid.
Proses belajar di MIN 43 Bireuen kembali berlangsung meski pembersihan belum sepenuhnya selesai. Upaya pemulihan terus dilakukan untuk mengembalikan kondisi madrasah seperti semula.
Dampak Jangka Panjang
- Kerjasama antar organisasi dalam penanganan bencana menunjukkan soliditas masyarakat Bireuen.
- Pemulihan sarana pendidikan menjadi prioritas untuk memastikan kelancaran proses belajar mengajar.
- Kesadaran akan pentingnya kebersihan dan pemeliharaan lingkungan meningkat pasca bencana.
Bencana banjir bandang ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan kerjasama dalam menghadapi bencana alam. Upaya pemulihan yang dilakukan oleh berbagai pihak menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi di masyarakat Bireuen.
