News
KSAD Maruli Bangun Jembatan di Aceh Pakai Dana Swadaya dan Hutang
30 Desember 2025 17:43
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan darurat di Aceh menggunakan dana swadaya dan hutang. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi bersama pimpinan DPR RI, kementerian terkait, serta Gubernur Aceh di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025).
Dalam rapat tersebut, Maruli yang juga menjadi Ketua Satgas Pembangunan Jembatan dalam pemulihan di Sumatera itu memaparkan bahwa pengerjaan jembatan darurat di wilayah Sumatra masih menggunakan dana secara swadaya. Dana swadaya sendiri adalah dana yang dihimpun secara mandiri dari masyarakat setempat melalui iuran sukarela atau gotong royong untuk membiayai pembangunan, mengatasi masalah, atau memenuhi kebutuhan bersama.
Detail Pembangunan Jembatan
- Dana Swadaya: Dana yang dihimpun dari masyarakat setempat melalui iuran sukarela atau gotong royong.
- Tujuan: Pembangunan jembatan darurat untuk pemulihan di Sumatera.
- Lokasi: Aceh, sebagai bagian dari wilayah Sumatera yang memerlukan pemulihan.
- Keterlibatan KSAD: Maruli Simanjuntak sebagai Ketua Satgas Pembangunan Jembatan.
Dampak dan Urgensi
- Dampak Langsung: Pembangunan jembatan darurat akan memperbaiki infrastruktur yang rusak dan memudahkan akses transportasi bagi masyarakat Aceh.
- Urgensi: Pembangunan ini sangat penting untuk pemulihan pasca-bencana dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Keterlibatan Masyarakat
- Gotong Royong: Masyarakat setempat berpartisipasi dalam penghimpunan dana swadaya.
- Dukungan KSAD: Maruli Simanjuntak menunjukkan komitmennya dalam pembangunan infrastruktur di Aceh dengan menggunakan dana swadaya dan hutang.
Dengan adanya pembangunan jembatan ini, diharapkan dapat mempercepat pemulihan di Aceh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Masyarakat Aceh diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari pembangunan infrastruktur ini dalam waktu dekat.
Kesimpulan
Pembangunan jembatan darurat di Aceh menggunakan dana swadaya dan hutang menunjukkan komitmen KSAD dalam pemulihan infrastruktur pasca-bencana. Keterlibatan masyarakat dalam penghimpunan dana swadaya juga mencerminkan semangat gotong royong yang kuat di Aceh. Diharapkan pembangunan ini dapat segera selesai dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Aceh.
