News
Gempa M 4.5 Guncang Bener Meriah, Warga Khawatirkan Aktivitas Gunung Burni Telong
31 Desember 2025 16:01
Gempa berkekuatan M 4.5 mengguncang Kabupaten Bener Meriah pada Selasa (30/12/2025) malam, memicu kepanikan di kalangan warga. Guncangan yang terjadi berulang kali ini dirasakan sangat kuat di permukaan, terutama oleh warga yang tinggal di lereng Gunung Api Burni Telong. Pusat gempa berada di darat, tepatnya 7 km Barat Daya Bener Meriah, dengan kedalaman hanya 7 km, menjadikannya gempa dangkal yang berpotensi dirasakan lebih kuat.
Warga yang tengah beristirahat langsung berhamburan keluar bangunan, khawatir gempa tektonik ini memicu aktivitas vulkanik pada gunung tersebut. Meski kekuatan gempa masuk kategori menengah, getaran dirasakan cukup kencang oleh masyarakat yang tinggal di zona rawan bencana. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan yang signifikan maupun korban jiwa.
Dampak dan Respons Warga
- Kepanikan warga meningkat karena letak geografis pemukiman yang berada di zona rawan bencana gunung api.
- Warga merasa was-was akan potensi aktivitas vulkanik Gunung Burni Telong.
- Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada dan tidak percaya informasi hoaks yang tidak jelas sumbernya.
Kondisi Geografis dan Risiko
- Pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 7 km, menyebabkan guncangan kuat dirasakan di permukaan.
- Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal, yang berpotensi dirasakan lebih kuat oleh warga.
- Warga yang tinggal di lereng Gunung Api Burni Telong merasakan guncangan yang cukup kencang.
Imbauan dari Pihak Berwenang
- Warga diimbau untuk tetap waspada dan tidak panik.
- Hindari menyebarkan atau mempercayai informasi hoaks yang tidak jelas sumbernya.
- Segera laporkan jika terdapat kerusakan bangunan atau korban jiwa kepada pihak berwenang.
Kondisi Terkini
- Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan yang signifikan maupun korban jiwa.
- Pihak berwenang terus memantau kondisi dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat.
Warga diharapkan untuk tetap tenang dan mengikuti imbauan dari pihak berwenang untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
