News
Prabowo Singgung Kritik Menteri di Rakor Pascabencana Aceh Tamiang
02 Januari 2026 21:09
Presiden Prabowo Subianto menghadiri rapat koordinasi penanganan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menanggapi kritik publik terhadap kehadiran menteri di lokasi bencana, menekankan bahwa tujuan utama adalah untuk memahami kondisi lapangan dan mengambil keputusan cepat.
Rapat tersebut juga membahas langkah-langkah lanjutan untuk pemulihan infrastruktur, penyaluran bantuan, dan percepatan rehabilitasi bagi warga terdampak. Prabowo mengakui bahwa setiap langkah pemerintah, terutama dalam situasi darurat, tidak luput dari sorotan dan penilaian publik.
Poin-Poin Penting
- Presiden Prabowo Subianto menghadiri rapat koordinasi pascabencana di Aceh Tamiang.
- Kritik terhadap menteri yang turun langsung ke lokasi bencana disinggung oleh Prabowo.
- Tujuan kehadiran pejabat adalah untuk memahami kondisi lapangan dan mengambil keputusan cepat.
- Rapat membahas pemulihan infrastruktur, penyaluran bantuan, dan rehabilitasi warga terdampak.
- Prabowo mengakui pentingnya menerima kritik publik dalam situasi darurat.
Prabowo menjelaskan bahwa kehadiran para pejabat di lokasi bencana bukan semata untuk seremonial, melainkan untuk melihat langsung kondisi di lapangan serta mengambil keputusan terkait kebutuhan dan kekurangan yang dialami masyarakat terdampak. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan keputusan cepat dan tepat, yang hanya bisa dilakukan jika pemerintah memahami situasi riil di lokasi kejadian.
Dalam rapat tersebut, berbagai langkah lanjutan penanganan pascabencana di wilayah Sumatera dibahas, termasuk pemulihan infrastruktur, penyaluran bantuan, serta percepatan rehabilitasi bagi warga terdampak. Prabowo juga menyadari bahwa setiap langkah pemerintah, terutama dalam situasi darurat, tidak luput dari sorotan dan penilaian publik.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah. Kehadiran Prabowo di Aceh Tamiang menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam penanganan pascabencana di wilayah Sumatera, khususnya di Aceh yang memiliki sejarah panjang dalam menghadapi bencana alam.
