Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyoroti lambatnya pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Desa Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari. Warga terdampak bencana masih terpaksa bertahan di tenda pengungsian karena hunian yang dijanjikan tak kunjung rampung. Bupati mengecam kinerja vendor yang ditunjuk BNPB dan mendesak pemutusan kontrak.
Al-Farlaky juga menekankan pentingnya transparansi agar masyarakat memahami alur wewenang dalam proyek ini. Selain itu, ia meminta warga yang belum terdata dalam bantuan sosial untuk segera melapor agar tidak ada yang terlewatkan.
Kondisi Huntara di Aceh Timur
- Progres pembangunan Huntara di Desa Blang Seunong lambat
- Warga terdampak bencana masih tinggal di tenda pengungsian
- Bupati desak BNPB untuk putus kontrak vendor yang tidak profesional
Arahan Bupati
- Transparansi alur wewenang proyek Huntara
- Perluasan bantuan sosial untuk warga yang belum terdata
- Pemda Aceh Timur telah menyelesaikan tugas administratif
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:null? Wait Title must be string. Provide Title string. Let's craft final Title:
Pembubaran dilakukan setelah massa aksi Aliansi Rakyat Aceh bertahan melewati batas waktu penyampaian pendapat di muka umum
: Polres Langsa Musnahkan 2,5 kg Sabu, Cegah 20 Ribu Pengguna
KBA.ONE, LANGSA – Kepolisian Resor (Polres) Langsa, Aceh, memusnahkan sebanyak 2.511,17 gram narkotika jenis sabu hasil pengungkapan enam kasus selama periode Januari hingga April 2026. Pemu
:null? Wait we need correct JSON. Provide Title string. Title:
Demo mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh (ARA) di kantor Gubernur Aceh berakhir ricuh dan polisi membubarkan secara paksa pengunjuk rasa menggunakan water cannon dan gas
Warga Aceh Khawatir Saat Polisi Tangkap Puluhan Demo Anti-JKA
Kendaraan taktis milik kepolisian juga tampak terparkir di depan utama kantor gubernur.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.