Kejaksaan Tinggi Aceh melakukan penggeledahan di PT Perikanan Indonesia Unit Simeulue pada Selasa (7/4/2026) sore. Penggeledahan ini terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pengolahan dan perdagangan ikan selama periode 2022 hingga 2025.
Tim penyidik menyasar ruang kepala dan staf PT Perikanan Indonesia Unit Simeulue di Jalan Letkol Alihasan, Desa Lugu, Kecamatan Simeulue Timur. Mereka mengamankan dua kotak dokumen dan beberapa perangkat elektronik, termasuk laptop, sebagai bukti.
Detail Penggeledahan
- Lokasi: PT Perikanan Indonesia Unit Simeulue, Simeulue Timur
- Periode Dugaan Korupsi: 2022-2025
- Barang Bukti: Dokumen dan perangkat elektronik
- Tujuan: Mengamankan aset negara dan mendukung proses hukum
Langkah Selanjutnya
- Barang bukti akan disita berdasarkan surat perintah penyitaan dari Kepala Kejati Aceh
- Proses penetapan oleh pengadilan akan segera dilakukan
- Penyidikan masih berlanjut dan berpotensi melibatkan pihak lain
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaNelayan Aceh Waspada Gelombang 4 Meter dan Hujan Lebat BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Aceh pada 22-24 Mei 2026, memprediksi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di sejumlah
BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk...
Warga Langkahan Dapat 7 Lokasi Huntap Baru Pasca Banjir","PublicImpact":88,"Credibility":80,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":85,"Education":70,"FinalScore":82,"Summary":"Pemkab Aceh UtaraMen
Syarat lokasi relokasi harus bebas dari zona merah banjir. Salah satunya jarak lokasi dari bibir sungai minimal lebih dari 100 meter
APDESI Aceh Khawatir, Minta Gampong Terlibat dalam JKA Baru
BANDA ACEH - Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh, Bahrul Fazal, meminta Pemerintah Aceh melibatkan perwakilan...
: developer perumahan aceh hadapi lonjakan harga batu bata hingga rp1.200
“Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa perhatian serius, kami khawatir banyak developer di Aceh ambruk.” ZULKIFLI HM JUNED, Ketua DPD REI Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.