Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

500 Ton Bantuan Banjir Aceh Tertahan di Malaysia, Warga Khawatir

3 hari yang lalu

Lebih dari 500 ton bantuan kemanusiaan untuk korban banjir dan tanah longsor di Aceh masih tertahan di Malaysia. Bantuan tersebut dikumpulkan dari masyarakat Aceh yang tersebar di berbagai wilayah Malaysia dan disimpan di sekitar 20 titik pengumpulan, salah satunya di Gudang Sabena di kawasan Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia.

Bantuan tersebut terkendala izin dan ketersediaan kapal pengangkut. Ketua Sabena Komuniti Aceh Malaysia, Saiful Bahri alias Bospon, menyatakan bahwa bantuan tersebut sudah tertahan hampir sebulan. Ia berharap bantuan tersebut dapat segera dikirim ke Aceh agar tidak tertahan terlalu lama, mengingat sebagian besar bantuan berupa bahan kebutuhan pokok yang memiliki masa simpan terbatas.

Kendala Pengiriman

  • Izin: Pihaknya belum menerima surat resmi yang mengizinkan pengiriman bantuan tersebut ke Indonesia, meskipun pemerintah sebelumnya menyatakan bantuan asing dapat disalurkan melalui organisasi non-pemerintah (NGO).
  • Kapal Pengangkut: Janji Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk menyediakan kapal pengangkut belum direalisasikan.

Jenis Bantuan

  • Beras, pakaian, minyak goreng, air mineral, makanan ringan, serta berbagai kebutuhan lainnya.

Solusi Alternatif

Jika kapal bantuan dari pemerintah tidak juga direalisasikan, pihaknya siap mencari cara untuk mengirim bantuan secara mandiri. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah ketiadaan izin resmi.

Warga Aceh di Malaysia khawatir dengan kondisi bantuan yang tertahan, mengingat pentingnya bantuan tersebut bagi korban banjir dan tanah longsor di Aceh. Pemerintah diminta segera menyelesaikan kendala pengiriman agar bantuan dapat segera sampai ke tangan yang membutuhkan.

Dampak Jangka Panjang

  • Kesehatan: Keterlambatan bantuan dapat mempengaruhi kesehatan korban banjir yang membutuhkan kebutuhan pokok.
  • Ekonomi: Bantuan yang tertahan dapat mempengaruhi pemulihan ekonomi masyarakat Aceh yang terdampak banjir.

Dengan adanya kendala ini, diharapkan pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk mempercepat pengiriman bantuan kemanusiaan ke Aceh.

500 Ton Bantuan Banjir Aceh Tertahan di Malaysia, Warga Khawatir
0123456789