News
Relawan Aceh Antar Bantuan ke Desa Terisolir di Ketol Aceh Tengah
3 jam yang lalu
Empat relawan dari Banda Aceh berangkat ke Desa Bintang Pepara, Kecamatan Ketol Aceh Tengah, untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir yang mengungsi. Mereka menghadapi berbagai tantangan, termasuk jalan rusak dan jembatan roboh, yang mengharuskan mereka menggantung di tali untuk mencapai desa terisolir.
Bantuan yang disalurkan meliputi pakaian baru, kain sarung, mukena, kelambu, susu balita, makanan, dan beberapa jenis kebutuhan pokok lainnya. Pengungsi di desa ini terdiri dari tiga etnis yaitu Jawa, Gayo, dan Aceh, yang berharap pembangunan huntara, huntap, jembatan, dan jalan untuk relokasi.
Tantangan yang Dihadapi Relawan
- Jalan rusak dan berlumpur: Tim relawan harus melalui jalan yang rusak dan berlumpur untuk mencapai desa tujuan.
- Jembatan roboh: Jembatan menuju desa telah roboh dan belum dibangun jembatan pengganti yang setara.
- Menggantung di tali: Tim relawan terpaksa menggantung di tali kecil yang terhubung antara kedua sisi sungai agar dapat mencapai desa tujuan.
Harapan Pengungsi
- Pembangunan huntara dan huntap: Pengungsi berharap pembangunan huntara dan huntap di lokasi baru (relokasi).
- Pembangunan jembatan dan jalan: Pengungsi juga berharap pembangunan jembatan dan jalan untuk memudahkan akses ke desa.
Bantuan yang Diterima
- Pakaian baru, kain sarung, mukena, kelambu: Bantuan ini diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.
- Susu balita dan makanan: Bantuan ini diberikan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan keluarga pengungsi.
- Kebutuhan pokok lainnya: Bantuan ini diberikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pengungsi.
Kondisi Pengungsi
- Mengungsi di SMPN 32: Seluruh rumah di desa ini telah hancur, sehingga semua warga mengungsi ke SMPN 32 yang dekat dengan kampung.
- Durasi mengungsi: Pengungsi telah mengungsi di sekolah ini selama dua tahun.
Kesimpulan
Relawan dari Banda Aceh telah menunjukkan dedikasi dan keberanian dalam menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Desa Bintang Pepara. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, mereka berhasil mencapai desa terisolir dan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh pengungsi. Harapan pengungsi untuk pembangunan huntara, huntap, jembatan, dan jalan perlu segera ditindaklanjuti untuk memperbaiki kondisi hidup mereka.
