News
Sinkhole Raksasa di Aceh Tengah Ancam Jalan Raya, Warga Khawatir
4 jam yang lalu
Fenomena sinkhole raksasa di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, semakin membesar dan mengancam badan jalan utama. Lubang raksasa ini menjadi perhatian publik karena ukurannya terus bertambah dan kini hanya berjarak sekitar 3 meter dari jalan raya.
BPBD Aceh Tengah menyatakan bahwa fenomena longsoran berbentuk lubang ini sudah terpantau sejak awal tahun 2000-an. Kondisi tanah semakin tidak stabil akibat aktivitas gempa bumi yang terjadi dalam satu tahun terakhir, menyebabkan luas lubang mencapai sekitar 27 ribu meter persegi.
Dampak dan Langkah Antisipasi
-
Pengalihan Arus Lalu Lintas: Pihak kepolisian melakukan pengalihan arus lalu lintas, khususnya bagi kendaraan truk, di ruas Jalan Blang Mancung–Simpang Balek yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dengan Kabupaten Bener Meriah.
-
Relokasi Warga: Warga Kampung Bah Serempah sempat direlokasi pada periode 2013–2014 demi menghindari risiko yang lebih besar.
-
Kondisi Tanah yang Tidak Stabil: Pergeseran lapisan tanah berlangsung secara bertahap dan menyebabkan luas lubang semakin membesar.
Kondisi Terkini
-
Jarak Lubang dengan Jalan Raya: Jika sebelumnya jarak lubang dengan badan jalan masih sekitar 500 meter, kini kondisinya semakin mengkhawatirkan karena hanya tersisa sekitar 3 meter dari jalan raya.
-
Ukuran Lubang: Luas lubang mencapai sekitar 27 ribu meter persegi, menunjukkan betapa besarnya dampak dari fenomena ini.
Fenomena sinkhole ini menjadi perhatian serius bagi warga dan pemerintah setempat, mengingat dampaknya yang dapat mengancam keselamatan dan aktivitas sehari-hari masyarakat Aceh Tengah.
Upaya Penanganan
-
Monitoring dan Evaluasi: BPBD Aceh Tengah terus memantau perkembangan kondisi tanah dan lubang raksasa ini untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
-
Koordinasi dengan Pihak Berwenang: Kerja sama dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya untuk memastikan keselamatan warga dan pengendara.
Fenomena ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan penanganan bencana alam di wilayah Aceh, yang dikenal rentan terhadap gempa bumi dan pergeseran tanah.
