News
Banjir Bandang Blang Guron: 580 Jiwa Terendam Lumpur, 200 Rumah Rusak
06 Januari 2026 14:55
Hampir seluruh rumah warga di Desa Blang Guron, Bireuen, masih dipenuhi endapan lumpur pascabanjir bandang yang terjadi pada akhir November 2024. Musibah ini berdampak pada 119 kepala keluarga atau lebih dari 580 jiwa, dengan 200 unit rumah atau 80 persen rumah di desa tersebut mengalami kerusakan.
Lumpur tebal masih mengelilingi bagian dalam dan luar rumah warga, serta menutupi areal persawahan dan jalan desa. Warga terlihat membersihkan rumah secara mandiri, sementara halaman dan jalan desa belum tersentuh pembersihan. Banjir bandang menerjang desanya dari dua arah, utara dan timur, karena berbatasan dengan Krueng Sawang, Aceh Utara.
Dampak Banjir
- 60 hektar sawah, kebun, dan permukiman warga terendam lumpur
- Dua unit rumah hilang terbawa arus, yaitu milik Megawati (55) dan Cut Naziati di Dusun Blang Krek
- Peralatan dan perangkat elektronik di masjid rusak
- Warga mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi di Dusun Lhok Jrok dan Gampong Cot Teube
Banjir mulai melanda pada Selasa (25/11/2024) malam dan memuncak dengan ketinggian dua meter pada Rabu pagi. Warga baru dapat turun dan melakukan evakuasi menggunakan rakit setelah air surut di bawah dua meter. Kondisi ini menunjukkan perlunya bantuan lebih lanjut untuk pemulihan dan pembersihan di Desa Blang Guron.
Upaya Pemulihan
- Warga membersihkan rumah secara mandiri
- Fasilitas umum dan sawah masih tertutup endapan lumpur
- Diperlukan bantuan untuk pemulihan dan pembersihan lebih lanjut
Keuchik Blang Guron, Munzir, menjelaskan bahwa banjir bandang merupakan bencana yang jarang terjadi di desa tersebut. Dia berharap bantuan dari pemerintah dan pihak terkait untuk membantu warga dalam proses pemulihan dan rekonstruksi.
Kondisi Terkini
- Lumpur tebal masih menutupi rumah dan sawah
- Warga masih membersihkan rumah secara mandiri
- Diperlukan bantuan untuk pemulihan dan pembersihan lebih lanjut
Banjir bandang di Desa Blang Guron menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di daerah rawan banjir. Warga berharap bantuan dari pemerintah dan pihak terkait untuk membantu dalam proses pemulihan dan rekonstruksi.
