News
Eks Brimob Aceh Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, Kapolda Ungkap Motif
6 jam yang lalu
Kapolda Aceh, Irjen Marzuki Ali Basyah, mengungkap dugaan motif di balik keberangkatan eks Brimob Aceh, Bripda Muhammad Rio, yang diduga menjadi tentara bayaran Rusia. Rio telah tidak aktif bertugas dan memiliki catatan pelanggaran disiplin, termasuk KDRT dan meninggalkan dinas.
Polda Aceh memastikan tidak ada anggota Polri lain yang mengikuti jejak Rio dalam periode yang sama. Kapolda juga menegaskan bahwa pengawasan internal di tubuh Polri terus diperkuat untuk mencegah kasus serupa.
Detail Kasus:
- Bripda Muhammad Rio tercatat mendaftar keberangkatan ke luar negeri pada 8 Desember 2025.
- Rio berangkat ke Cina pada 19 Desember 2025, kemudian melanjutkan perjalanan ke Rusia.
- Rio memiliki catatan pelanggaran disiplin, termasuk KDRT dan meninggalkan dinas.
- Polda Aceh memperkuat kerja sama dengan Imigrasi untuk mengantisipasi hal serupa.
Tindak Lanjut:
- Polda Aceh terus memperkuat pengawasan internal di tubuh Polri.
- Kapolda mengimbau seluruh anggota Polri untuk menjaga loyalitas dan kerahasiaan negara.
Dampak:
- Kasus ini menimbulkan kekhawatiran akan loyalitas anggota Polri.
- Polda Aceh berkomitmen untuk mencegah kasus serupa di masa mendatang.
Penting:
- Tidak ada anggota Polri lain yang tercatat mengikuti jejak Rio dalam periode yang sama.
- Pengawasan internal di tubuh Polri terus diperkuat untuk mencegah kasus serupa.
Konteks Aceh:
- Kasus ini menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas keamanan di Aceh.
- Polda Aceh berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Aceh.
Kesimpulan:
- Kasus eks Brimob Aceh yang diduga menjadi tentara bayaran Rusia menimbulkan kekhawatiran akan loyalitas anggota Polri.
- Polda Aceh terus memperkuat pengawasan internal dan kerja sama dengan Imigrasi untuk mencegah kasus serupa.
Catatan:
- Rio telah diputuskan tidak layak lagi menjadi anggota Polri oleh Propam Polda Aceh.
- Polda Aceh memastikan tidak ada anggota Polri lain yang mengikuti jejak Rio dalam periode yang sama.
