News
Misnawati dan Anaknya Mengais Kayu Bakar Pascabanjir Aceh Tamiang
02 Januari 2026 19:44
Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025 masih meninggalkan dampak yang mendalam bagi warga setempat. Lebih dari satu bulan setelah kejadian, kondisi di Desa Batu Bedulang, Kecamatan Tamiang Hulu, masih memprihatinkan. Warga tidak hanya kehilangan sumber penghidupan, tetapi juga menghadapi keterbatasan logistik dan kebutuhan pokok.
Misnawati, seorang mantan pendodos sawit, terpaksa mengajak anaknya mengais kayu bakar dari tumpukan kayu yang terdampar untuk memenuhi kebutuhan memasak di rumahnya. Selain kesulitan ekonomi, warga juga masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar seperti air bersih, fasilitas MCK yang layak, pasokan logistik, serta hunian yang memadai pascabencana.
Dampak Banjir Bandang
- Kehilangan Mata Pencaharian: Areal kebun warga rata diterjang banjir, membuat mereka kehilangan sumber penghidupan.
- Keterbatasan Logistik: Warga kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok dan logistik pascabencana.
- Fasilitas Dasar: Masih terdapat keterbatasan dalam hal air bersih, fasilitas MCK, dan hunian yang layak.
- Tumpukan Kayu Gelondongan: Kayu yang terbawa banjir masih menggunung, menimpa rumah dan perkebunan warga.
Perjuangan Warga
- Misnawati dan Anaknya: Mereka terpaksa mengais kayu bakar dari tumpukan kayu yang terdampar untuk memenuhi kebutuhan memasak.
- Kondisi yang Memprihatinkan: Lebih dari satu bulan setelah banjir, kondisi di Desa Batu Bedulang masih belum pulih.
Berita ini menyoroti pentingnya bantuan berkelanjutan untuk pemulihan pascabencana dan dampak jangka panjang yang dihadapi oleh warga Aceh Tamiang. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak untuk membantu warga kembali pulih dan beraktivitas seperti semula.
Kebutuhan Mendesak
- Bantuan Logistik: Warga membutuhkan pasokan logistik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok.
- Fasilitas Dasar: Diperlukan pembangunan fasilitas MCK dan penyediaan air bersih.
- Pemulihan Ekonomi: Warga membutuhkan bantuan untuk memulihkan mata pencaharian mereka yang hilang akibat banjir.
