News
Satgas Prabowo Percepat Pemulihan Aceh Pascabencana, 543 Korban Jiwa
07 Januari 2026 15:25
Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Satgas ini bertujuan mempercepat pemulihan daerah terdampak banjir dan longsor besar yang terjadi di Sumatera pada akhir November 2025.
Satgas tersebut dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan akan fokus pada pemulihan infrastruktur, pendidikan, pemerintahan, perumahan, fasilitas kesehatan, hingga pelayanan publik. Aceh mencatat korban jiwa terbanyak dengan 543 orang dan 217.780 pengungsi.
Prioritas Pemulihan
- Pemulihan infrastruktur: Fokus pada perbaikan jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya.
- Perumahan: Bantuan bagi rumah warga yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
- Fasilitas publik: Pemulihan fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Langkah Awal Satgas
- Memetakan prioritas pemulihan di wilayah terdampak.
- Koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.
- Tidak ada batas waktu khusus bagi masa kerja Satgas, namun tahapan kerja telah disusun dengan prioritas utama pembangunan hunian bagi warga yang masih tinggal di pengungsian.
Dampak Bencana
- 1.178 orang meninggal dunia hingga 6 Januari 2026.
- 217.780 jiwa mengungsi di Aceh.
- Status tanggap darurat ditetapkan hingga 8 Januari 2026, bersamaan dengan dimulainya fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Satgas ini hanya menangani dampak bencana di 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Wilayah lain tetap menjadi tanggung jawab BNPB.
Koordinasi dengan BNPB
- BNPB tetap bertanggung jawab pada fase tanggap darurat.
- Satgas fokus pada rehabilitasi dan rekonstruksi.
- Tidak ada tumpang tindih tugas antara Satgas dan BNPB.
Diharapkan dengan pembentukan Satgas ini, pemulihan pascabencana di Aceh dapat berjalan lebih cepat dan efektif, sehingga warga dapat segera kembali ke kehidupan normal.
Data Penting
- 543 korban jiwa di Aceh.
- 217.780 pengungsi di Aceh.
- 1.178 korban jiwa di seluruh Sumatera.
- 52 kabupaten/kota terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
