News
Nek Nurjannah di Bireuen Berharap Rumah Bantuan Sebelum Ramadhan
6 jam yang lalu
Banjir bandang yang melanda Desa Keurembok, Kutablang, Bireuen, pada November lalu meninggalkan dampak yang parah. Sejumlah rumah hilang, rusak berat, dan hingga kini masih terdapat endapan lumpur. Salah satu warga yang terdampak adalah Nek Nurjannah (70), yang rumahnya hancur diterjang banjir. Ia dan keluarganya saat ini tinggal di gubuk sederhana di lokasi rumah yang hilang.
Nurjannah, yang sehari-hari membuat sapu lidi untuk dijual di pasar, berharap adanya rumah bantuan sebelum Ramadhan. Ia ingin dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman dan khusyuk bersama anak dan cucunya. Banjir tersebut terjadi secara tiba-tiba, dengan air yang naik dari setinggi lutut hingga pinggang dalam waktu singkat.
Dampak Banjir di Desa Keurembok
- Rumah hilang dan rusak: Banyak rumah warga yang hilang atau rusak akibat banjir bandang.
- Pengungsi: Warga awalnya mengungsi ke meunasah setempat, kemudian menempati gubuk sederhana atau tenda bantuan.
- Endapan lumpur: Hingga kini, masih terdapat endapan lumpur di desa tersebut.
- Harapan warga: Warga berharap mendapatkan bantuan rumah untuk memulihkan kehidupan mereka.
Nurjannah dan keluarganya merupakan salah satu dari banyak warga yang terdampak banjir. Ia berharap bantuan dapat segera datang agar mereka dapat kembali hidup normal dan melaksanakan ibadah dengan tenang.
Kebutuhan Mendesak
- Rumah bantuan: Warga membutuhkan rumah bantuan untuk menggantikan rumah yang hilang atau rusak.
- Pemulihan ekonomi: Banyak warga yang kehilangan mata pencaharian akibat banjir, seperti Nek Nurjannah yang membuat sapu lidi.
- Pembersihan lumpur: Endapan lumpur yang masih ada di desa perlu segera dibersihkan untuk memulihkan lingkungan.
Dengan bantuan yang tepat, warga Desa Keurembok dapat kembali hidup normal dan mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan tenang dan khusyuk.
Harapan dan Doa
Nurjannah dan warga lainnya berharap bantuan dapat segera datang. Mereka berdoa agar dapat kembali hidup normal dan melaksanakan ibadah dengan tenang. Bantuan rumah dan pemulihan ekonomi sangat dibutuhkan untuk memulihkan kehidupan mereka pasca-bencana.
