News
Banjir Lagi di Tiga Kecamatan Bireuen, Ratusan Rumah Terendam
08 Januari 2026 18:57
Banjir kembali melanda tiga kecamatan di Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Rabu (7/1/2026) sore hingga malam. Kejadian ini disebabkan oleh luapan sungai dan genangan air akibat hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan dan pemukiman setempat. Ratusan rumah di Jeunieb, Pandrah, dan Samalanga terendam, memaksa warga mengungsi ke pos jaga dan masjid.
Banjir di Jeunieb dan Pandrah merupakan kejadian kelima sejak akhir November 2025. Di Jeunieb, sekitar 150 rumah di beberapa dusun terendam dengan ketinggian air bervariasi. Sementara di Pandrah, banjir dipicu oleh jebolnya tanggul sungai dan bendungan irigasi, menyebabkan genangan di beberapa gampong.
Dampak Banjir di Tiga Kecamatan
- Jeunieb: Sekitar 150 rumah di Dusun Malahayati, Dusun Hasanah, Dusun Misbah, dan sebagian Dusun Pulo Reudeup terendam. Warga mengungsi ke pos jaga dan masjid.
- Pandrah: Banjir disebabkan oleh jebolnya tanggul sungai dan bendungan irigasi. Gampong Pandrah Janeng dan desa lainnya dekat aliran sungai tergenang.
- Samalanga: Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir, menyebabkan saluran air meluap dan memasuki pemukiman serta lahan pertanian.
Lokasi Terdampak di Samalanga
- Gampong Lueng Keubeu
- Kandang
- Namploh Krueng
- Geulumpang Bungkok
- Mideun Jok
- Namploh Blang Garang
- Gampong Baro
- Namploh Papeun
- Tanjong Baro
- Mideun Geudong
- Gampong Putoh
- Meuliek
- Gampong Glumpang Payong
- Ulee Jumatan
- Namploh Baro
Banjir ini menimbulkan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam hal pemukiman dan lahan pertanian. Warga diharapkan untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Upaya Penanganan
Pemerintah daerah dan pihak terkait terus berupaya untuk menangani banjir dan membantu warga yang terdampak. Upaya ini termasuk pemantauan kondisi sungai dan saluran air, serta penyediaan tempat pengungsian yang aman dan layak.
Banjir yang terjadi di Bireuen ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat untuk selalu siap menghadapi bencana alam, terutama di musim hujan. Kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak banjir dan melindungi kehidupan serta harta benda warga.
